Diberdayakan oleh Blogger.
Satu Nusa, Satu Bangsa & Satu Bahasa " BAHASA INDONESIA "

Total Tayangan Halaman

Pengunjung yang baik Selalu Meninggalkan Klik di Like Box"

Menembus Batas Mimpi

Minggu, 04 Oktober 2015



Setiap orang pasti memiliki mimpi, tapi seberapa tinggi kita berani bermimpi dan seberapa besar keinginan kita untuk menggapai mimpi itu sendiri ?. Mimpi adalah sebuah pondasi kesuksesan, layaknya bangunan akan kubangun pondasi mimpiku sekuat mungkin hingga tetap kokoh berdiri tegap meski di terpa oleh badai ataupun gempa sekalipun.
            Aku ryan, lelaki yang memiliki segudang mimpi yang indah dan berjuta impian namun mimpi terbesarku dari kecil hingga sekarang masih tetap sama yakni menjadi penulis sukses dengan beribu karya dan dihargai banyak orang. Membayangkan saja sudah membuat kebanggaan tersendiri di hatiku, segera kupejamkan mata kuhela nafasku dengan tarikan nan tipis dan kubisikkan sebuah harapan kepada Tuhan “  Akan ku genggam kuat dan kugantungkan impian ini setinggi-tingginya hingga kelak menembus batas mimpiku “ kubuka pelan mataku sambil tersenyum cerah seraya menyambut semangat pagi ini.
            “Ryaaan” sontak kutolehkan kepalaku kebelakang, kudapati seorang wanita terhebat didepan pintu kamarku dengan wajah tersenyum, ya itu ibuku, dengan nada yang lembut dia bilang “ Ryan udah lama bangun kok belum siap-siap pergi sekolah, jam berapa sekarang ! seiring mendengar ucapan ibu kupandangi jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 07.20. Sontak, secepat kilat kuterjun dari ranjangku dan bergegas menuju kamar mandi untuk sekedar membasuh muka. Tak perlu lama dengan tikungan tajam kulandaskan diri didapur yang sempit untuk sarapan pagi dengan menu lauk yang selalu sama yaitu sepotong tahu dan sehiris tempe. Benar saja kami bukan keluarga yang berada, sekolahku saja dibiayai dari beasiswa yang kudapat saat SMP dulu dan sedikit tambahan dari hasil ibu jualan kue basah. Ibuku sosok wanita yang penyayang dan pekerja keras, disetiap bangun subuh aku dengan tergopoh gopoh sempoyangan berjalan menuju tempat air wudhu, ibu sudah terlebih dahulu berada didapur duduk rapi dengan tangan yang sibuk membuat kue. Melihat rutinitas ibuku bekerja itu  tekadang terbenak kesedihan dihati dan terkadang menjadi sebuah motivasi tersendiri untukku. kutanamkan dalam hatisaat itu  “kelak akan kubuatkan ibuku rumah yang besar dengan tulisanku, kubelanjakan banyak baju dengan tulisanku, kubelikan makanan yang enak dengan tulisanku dan kubahagiakan ibuku dengan tulisanku”
            Persiapan pun sudah rampung, saatnya menuju Madrasah Aliyah Darul Ulum Kotabaru, sekolah yang membentuk karakterku hingga seperti ini. Tidak begitu jauh dari rumah sehingga cukup berjalan kaki saja, berolahraga sambil beribadah, kan kata pa ustadz orang berjalan menuju kebun ilmu setiap langkahnya dibalas dengan kebajikan. Hmm. Padahal karena belum mampu membelli kendaraan. Setibanya di sekolah aku pun duduk rapi siap untuk menerima pembelajaran pertama yang dibimbing oleh pak zaim, guru bahasa inggris termuda di sekolah ini.
Teeeeet...teet… bunyi bel bersenandung di seluruh penjuru sekolah, para siswa secara berhaburan keluar kelas, yang tertinggal hanya aku dan kedua sahabatku yona dan ipul, yona adalah anak yang rajin dan cerdas, ini dibuktikannya dengan turut sertanya di Olimpiade Sains yang diadakan tahun lalu  ,sedangkan ipul salah satu temanku yang polos dan humoris, banyak lakuannya yang membuatku selalu tertawa terbahak-bahak dibuatnya, bayangkan saja dia pernah menggesek kartu BPJS di ATM. Saat itu ketika kudapati dia di dalam ruang ATM sedang teriak sejadi-jadinya “Kenapa Gak Bisaa” dan tidak lama kemudian dia keluar melewati pintu kaca itu, dengan muka yang datar dia bilang “Hufh dasar Iklan pembohong katanya kartu BPJS bisa digunakan untuk orang tidak mampu”. tawa lepas dan sedikit mengejek terlontar dibibirku saat itu “ hahaha…kayaknya polos dan bodoh itu beda tipis ya”  
            Kuhabiskan setiap waktu istirahatku berkumpul bersama dua sahabatku ini, mulai dari jajan bersama, ngombrol bareng atau hanya sekedar kumpul dengan aktivitas kami masing-masing, kali ini yang dilakukan yona dan ipul sibuk asyik beradu cerita mengenai kehebatan gadis pujaan mereka masing-masing sedangkan aku hanya merenung dengan kepala yang kusandarkan diatas tangan kiriku dan tangan kananku mengutak atik buku catatan dengan setangkai pulpen. Tak tahu apa yang kutuliskan hanya sebuah coretan tak karuan. bukannya aku tidak tertarik dengan bahan pembicaraan kedua sahabatku itu ataupun tidak tau menahu mengenai namanya cinta. Hmm jangan salah, aku sangat mengenal produk yang satu ini, buktinya aku selalu menjadi konsultan cinta untuk dua sahabatku itu. hanya saja, Aku seperti penjual suatu produk yang aku sendiri tak pernah mencicipi produk yang kujual. Ku selalu berpikir dalam cinta ada yang disebut dengan hukum kepantasan, yang baik akan berjodah dengan orang baik dan orang tidak baik akan berjodoh dengan orang tidak baik pula, jadi yang kulakukan sekarang masih memantaskan diri untuk jodohku kelak. Toh bila aku sudah sukses nanti akan lebih mudah untuk memilih gadis mana yang aku suka. Tidak muluk-muluk cukup baik, perhatian, pintar, religius dan penyayang saja...hehe 
            Plaak, satu pukulan kecil mendarat dipundakku. “Woi apa yang kamu lamunkan”. tutur ipul. Sontak kuterkejut dan langsung saja ku jawab “kamu ini mengagetkan saja”, dengan topik yang berbeda ipul melanjutkan pertanyaaannya padaku, “yan, kan ujian sebentar lagi, apa rencanamu setelah lulus nanti  kuliah atau langsung kerja ?, ku jawab “soal keinginan sih aku ingin sekali kuliah  dijurusan sastra tapi bicara kemampuanku dalam hal biaya untuk mendaftar NOL BESAR  pul. “ hufh kayanya api semangat pengejar mimpi sahabat kita satu ni mulai redup yon, sindir ipul sambil mencolek yona yang berada disebelahnya.
sambungku“ tenang kawan mimpiku masih terjaga dengan aman hanya saja kalian juga taukan ini masalah keadaanku yang …. Belum selesai bicara langsung disambarkan yona “ banyak jalan menuju roma yan, kudengar sekolah kita punya program beasiswa untuk siswa berprestasi dibidang seni, kenapa gak coba aja”  sontak aku berdiri  dan bercetus dengan wajah sumringah “ hah, benar itu yon” tanpa mendengar jawaban yona segera ku angkat kaki dan kuayunkan langkahku dengan cepat menuju ruang guru untuk menanyakan kebenaran hal itu dan terang saja  benar adanya.
            Sesampai ku dirumah kulepaskan sepatu dan kubuang begitu saja disamping pintu tua itu, tanpa menghiraukan tas yang masih ku pompang dengan semangat yang berkobar kucari berkas-berkas yang mungkin kuperlukan untuk persyaratan beasiswa yang besoknya nanti kuserahkan kepada pihak sekolah, dimulai dari ijazah SMPku, kartu keluarga hingga piagam-piagam prestasi yang sudah kudapat. Setelah semua itu kudapatkan barulah ku bisa bernafas lega dan tiba-tiba suara aneh menyelinap ditelingaku “Gruuu’uuk” kusadari ternyata itu suara perutku yang  mulai meronta-ronta karna lapar melanda.
Satu hari, satu minggu , kemudian satu bulan hingga hari pengumuman tiba. Sesampai disekolah kulihat beberapa siswa sudah berada di depan kantor dengan niat yang sama yakni menunggu hasil nama-nama yang mendapatkan beasiswa tersebut. Yang kulakukakan sekarang cuma berdiri di depan pintu kantor dengan rasa harap cemas menyelimutiku, sesekali aku mondar mandir untuk meredam kegelisahanku. Tak lama kami menunggu, keluarlah pak zaim membawa kertas putih dan ditempelkan kedinding yang berada dihadapanku, secara berdesakkan kucoba fokus mencari namaku dari urutan atas sampai terbawah dan hasilnya tidak ada, kucoba kembali melihat dengan sudut pandang yang lebih dekat. Aku diam terpaku dengan tatapan kosong sembari kubicara dalam hati “ Mission Failed”.
Sepulang sekolah kudapati ibuku dengan wajah cerah, secerah cahaya matahari disiang itu, beliau melayangkan senyum dengan tatapan penuh tanya! ku paham apa yang ingin ditanyakan ibuku dan ku bilang sambil membalas senyumannya “gagal bu”.  Tiba-tiba ibuku merangkulku, menangis dan memelukku. Dengan suara terbata-bata ibu berkata“ sabar ya nak, ibu mengerti apa yang kamu inginkan dan bagaimana usaha yang telah kamu lakukan untuk mendapatkan keinginanmu itu tapi kali ini belum rezekimu nak. Sejenak ku hanya diam, sedih memang apalagi melihat ibuku menangis saat itu namun setelah itu kucoba menguatkan diri dan kukatakan pada ibuku “ iya bu, gak apa-apa. Aku hanya bisa bedoa dan berusaha sebisaku bu tapi tetap Allah yang menentukan, mungkin Allah punya jalan lain yang lebih indah bu.
Tak lama-lama kuingin berlarut dalam kesedihan, aku melanjutkan rutinitasku seperti biasa. Aku semakin rajin untuk mengumpulkan amunisi dengan belajar giat demi persiapan Ujian sekolah yang tinggal menghitung hari sambil diselingi aktivitasku menulis untuk sekedar menyalurkan hobiku. Ku tak pernah bosan untuk menulis baik menulis puisi, cerpen dan novel dengan judul-judul yang menarik menurut teman-temanku, selain hanya untuk ku nikmati sendiri kadang juga dengan bantuan yona, karyaku selalu di uploadnya di dunia maya agar bisa dibaca oleh para penikmat karya sastra dibelahan bumi lain.

****
Ketika mega jingga mulai menyelimuti langit diiringi udara yang sejuk, aku terpaku dalam ilusi kesendirian di depan rumah dengan posisi terlentang sambil menatap langit. Renunganku buyar ketika yona dan ipul memanggilku, kulihat peluh menghujam mengalir didahinya, mungkin dia habis berlari, pikirku. Dengan nada terenggah-enggah ipul berkata “ Ryan mimpimu sebentar lagi akan terwujud “ mendengar itu ku hanya menaikkan sebelah alisku karena kebingungan. “iya yan”, baru saja kulihat pesan masuk disalah satu akun emailku, setelah kubaca ternyata salah satu novelmu ingin dipinang oleh penerbit ternama, sambung yona. Mendengar hal itu, ku teriak sejadi-jadinya “ Alhamdulillaaaah” segera kuberlari masuk kedalam rumah kudapati ibuku yang lagi duduk khusu dengan mukena yang masih melekat ditubuhnya. Ku peluk erat tubuhnya, tepat di dihadapannya kubisikkan ditelinganya “doa ibu terjawab bu”. Tanpa bertanya kenapa, dengan tangis haru “Alhamdulliah nak,. Selamat nak. tak banyak kata yang dapat ibu katakan saat itu.
Terimakasih Tuhan, kau tidak selalu memberikan semua apa yang ku pinta tapi ku selalu mendapatkan segala apa yang ku butuhkan. Semoga ini menjadi langkah kecil ku menuju langkah yang lebih besar untuk mencapai apa yang telah menjadi tekad mimpiku selama ini.

END

Kumpulan Cerpen karangan "Edho Hermawan"

Sabtu, 03 Oktober 2015

Tangga impian

“Akhir nya aku bisa menikmati hidup ku sendiri”,aku akan mecaritakan nya pada mu kejadian waktu itu,ketika itu umur ku 15 tahun aku bersekolah di MA.darul ulum kotabaru,nama ku edho meyllow ,aku memiliki seorang adik persama yang bernama dessy meyllow,nama ibu ku kurumi meylow sedang kan ayah ku ahmad meylow kedua orang tua ku itu berkerja dijepang sebagai guru,  aku sangat bahagia saat beraktivitas belajar bersama sahabat di sekolah  tapi pada saat umur ku sebelum 15 tahun kedua orang tua ku mengalami kecelakaan pada tanggal 15-09-1995,di jepang, mereka mengalami kecelakaan yang membuat nywa mereka melayang,kami  tinggal bersama bibi kami di indonesia lebih rincinya di daerah kalimatan selatan kotabaru,sekarang umur ku 19 tahun. .
Setelah 1 tahun sesudah kematian orang tua ku ,adik ku dessy mengalami penyakit yang parah yang membuat nya terpaksa dirawat dirumah sakit sampai keadaan nya lebih baik,
Ketika itu lah aku berhenti sekolah dan mencari perkerjaan untuk membayar  biaya-biaya perawatan adik ku dirumah sakit,
Pagi itu aku pergi tuk mencari pekerjaan yang mempunyai ngajih yang lumayan ,aku pun bekerja ditempat seperti cafe,perbaikan jalan,perbaikan listrik ,dan pekerjaan lain nya,aku selalu mengujungi adik ku setelah habis bekerja ,aku hanya memikir kan kebahagian adik ku membuat ku tak perduli yang lain,
Setiap kali ku mendapat kan upah dari hasil kerja, aku membelikan adik ku sebuah buku dongeng ,aku selalu mengambil buku dongeng yang ada didepan kaca dan berpikir jika itu buku terbaru tanpa tau isi nya sama atau tidak, seperti yang pernah ku beli ,adik ku tetap menyukai nya walau pun itu buku yang selalu sama kubawakan,
Setiap kali medapatkan ngajih aku selalu menabung nya,ku ingin membelikan adik ku,semua ke inginan nya apa pun itu
saat  dua hari sebelum hari natal, ketika itu uang ku telah terkumpul banyak, ,aku  ingin mengajak adik ku ketempat yang dia ingin kan aku pun bertanya,”dess hari natal nanti kamu ingin pergi kemana?”tanya ku,”apa kah aku diperbolehkan oleh dokter untuk pergi kak? “jawab dessy dan bertanya balik,”tentu saja,jadi kamu mau kemana natal nanti? “jawab ku ,”aku ingin bergi ketaman kota bersama kaka ,ingin meliat santa clause dan ingin meliat pohon natal yang besar disana”jawab dessy,”iya baiklah kaka akan membawa mu pergi kesana ,tapi kenapa kamu bisa tau jika ada pohon natal besar dan santa clause disana?”tanya ku,”aku meliat nya dibuku yang selalu kaka bawakan dan di acara tv yang selalu ku tonton hehe”jawab dessy sambil tersenyum dan tertawa,

Tak lama kemudian dessy pun tertidur dan aku pun pergi meninggal kan ruangan nya,ketika itu aku pun pergi keruang dokter untuk meminta izin kepada nya,”tok..tok..tok.. permisi dokter boleh aku masuk?”bertanya dan sambil mengetok pintu,”silahkan masuk, pintu nya tidak dikunci”kata dokter,”ada urusan apa ya,kamu kaka dari pasien yang bernama dessy kan?”tanya dokter “ya dokter aku kaka nya,dokter bisa kah aku meminta tolong padamu?”tanya ku,”apa itu?”kata dokter,”bisa kah aku membawa adik ku saat malam natal nanti?”tanya ku,”itu tidak mungkin karena adik ku mengalami  penyakit yang parah ,jika kamu membawa nya adik mu mungkn kondisi nya akan memburuk jadi aku tidak bisa mengizinkan kamu membawa adik mu”kata dokter, aku pun pergi meninggal kan ruangan itu setelah medengar ucapan dokter,aku duduk sejenak untuk berpikir apa yang harus aku lakukan,tapi saat meliat adik ku senang tidak mungkin ak menghancurkan harapan nya
Ketika malam natal aku pun memutuskan untuk membawa adik ku pergi ke taman kota tanpa seizin dokter,aku mengendong nya sepanjang jalan,aku selalu bicara kepada nya malam itu tpi adiku hanya mengatakan sedikit kalimat dan dia hanya diam sepanjang malam natal ketika sampai di taman kota,malam itu tanpa sadar aku hanyar berbicara sendiri tanpa tau apa yang terjadi.
Keesokan hari nya adik ku di makamkan ,aku sangat sedih dan menyesal karena belum membahagia kan nya ,aku putus asa akan hidup ku karena kehilangan seseorang yang paling kusayang telah tiada di dunia ini,kehidupan ku pun mulai kacau ,aku hnya membuang buang hasil kerja yang ku kumpul kan saat itu,
Pada malam hari itu aku meliat foto adik ku dan teringat kata kata yang dia ucapkan”kaka terima kasih telah membawa ku kesini,disini sangat indah dan ramai. aku sungguh senang ,kaka aku ada permintaan untuk mu ,bisa kah kamu menikmati hidup mu?”,setelah mengingat itu aku memutuskan untuk menepati permintaan nya dan berusaha untuk menikmati hidup ku dengan kuliah di bidang kedokteran ,aku pun mulai membaca buku kedokteran dan mempelajari nya
Di pagi hari itu jam pukul 07.45 aku menyiap kan semua peralatan kuliah ku ,aku pun pergi ke stasiun untuk menaikin kereta api dari bogor menuju jakarta,aku berkeinginan jika menjadi dokter aku bisa membantu banyak orang,ketika itu jam pukul 09.00 aku menaikin kereta dan berangkat
Keadaan dikereta sangat sesak karena banyak nya penumpang yang ingin pergi ke jakarta,aku pun meliat diluar jendela pemandangan yang sungguh indah karena kereta itu melewati pegunungan ,
Tiba tiba jalur rel keluar dari pembatas yang membuat nya tidak stabil ,kereta itu pun sempat melewati terowongan tapi kereta itu miring dan tertabrak tembok terowongan yang membuat penumpang pingsan membuat langit langit terowongan runtuh yang membuat jalan itu menjadi buntu
Beberapa menit kemudian aku pun bangun ,terasa sangat pusing dan sakit ternyata aku tertusuk kaca dibagian perut ,aku pun segera mengobati nya tapi Cuma obat biasa dan perban seada nya,aku pun berkeliling untuk melihat keadaan para penumpang yang selamat,setelah 30 menit berlalu aku mengumpul kan orang yang luka,sakit dan bahkan mati,disana aku bertemu seorang remaja laki laki seperti ku bernama syahrul dia membantu ku untuk mengobati semua orang yang terluka,ketika telah selesai aku pergi untuk melihat lubang terowongan yang satu nya dengan membawa senter, aku pun pergi dan menyuruh syahrul untuk menjaga mereka,
Kemudian setelah sampai ternyata disisi terowongan ini juga tertutup yang membuat ku sedih,aku pun kembali ke gerombongan itu dan menjelaskan keadaan terowongan disana,aku pun mulai mengatur mereka dan memimpin mereka untuk berhemat dengan bahan makanan yang tersisa,hari demi hari kami lewati tiap hari selalu ada yang meninggal dan pada hari ke-7 hanya tersisa 9 orang termasuk aku, aku dan syahrul terkapar di tanah,aku berpikir tak ada lagi yang bisa ku lakukan,tak sengaja  tangan ku menyentuh sebuah kertas aku pun berpikir jika ku mati tapi masih bisa membantu orang lain,kertas itu ada lah kartu pengenal kuliah ku dibelakang nya ada sebuah permintaan pendonor an organ,aku pun menulis ingin mendonorkan organ dalam ku yaitu jantung,mereka pun juga menuliskan di kartu pengenal mereka dan menulis yang mereka ingin kan,mata ku mulai gelap badan ku terasa berat dan dingin.

Saat siang hari tiba-tiba ada orang yang berteriak di luar terowongan “apa ada orang di dalam?”,serentak penumpang yang masih hidup itu berteriak “tolong kami tolong ..”dari luar pun terdengar suara bor mesin dan alat berat,”edho bangun lah seseorang telah menolong kita “kata syahrul,tapi aku tak bisa bicara atau pun berpikir ,syahrul pun meliat luka ku saat tertusuk kaca ternyata membiru dan bengkak,
Saat itu hanya 8 orang yang selamat dari kecelakaan kereta api itu,dan mereka di bawa ketempat pengobatan terdekat
1 tahun telah berlalu ,seorang anak perempuan datang kepemakaman ku dengan membawa seikat bunga ,gadis itu berkata”terima kasih kak, sekarang aku bisa melakukan aktivitas sekolah di MA.darul ulum seperti anak anak lain nya dan terima kasih banyak telah memberikan jantung mu pada ku “gadis itu pun tersenyum lalu dia pun pergi                       

tamat


TAKDIR KAIN HITAM

Ia bernama ahmad dia bersekolah di MA.darul ulum kotabaru,kehidupan nya sangat lah suram karena orang tua nya sangat banyak memiliki hutang dimana mana,bahkan disekolah pun ia selalu diejek oleh teman teman dengan julukan anak tukang hutang,dia sangat sedih karena kelakuan teman teman nya yang terlalu kasar sampai sampai dia menangis saat pulang sekolah,dia anak yang sangat pintar dan berprestasi tapi orang orang iri dengan nya karena itulah mereka mengejek nya terus menerus ,

Ketika disekolah pun makanan nya selalu di buang teman teman nya ketika pulang sekolah dia dijahili dengan sepatu nya di sembunyikan,dia merasa hidup nya mulai tak berarti

Saat pulang kerumah dia langsung berganti baju dan membantu orang tua nya mencari penghasilan uang dia berkerja disana sini perkerjaan bersin mau pun perkerjaan yang membuat badan nya kotor dan bau,ia sangat mencintai keluarga nya dia memiliki seorang adik peempuan dan kedua orang tua nya masih hidup,

Saat malam telah tiba seperti biasa para penagih hutang datang pada kami untuk menagih hutang mereka tapi mereka masih tidak memiliki uang bahkan untuk makan pun susah ,lalu orang itu memberi 3hari lagi untuk melunasi atau tidak rumah nya akan dijual,ayah nya sangat cemas karena rumah itu ada lah peningalan ayah nya ,para penagih pun pergi meningal kan rumah ahmad,

Lalu beberapa menit kemudia ayah ahmad memiliki ide cermelang dan membicarakan nya dengan ibu ahmad tapi ketika itu mereka seperti berkelahi dan ayah ahmad meninggal kan rumah,

Keesokan hari nya ayah ahmad memberi kan uang bnyak pada ahmad,ia terkejut akan itu tapi dia bersyukur atas rezeki yang ia dapat kan,setiap malam tiba ayah ahmad selalu pergi dengan pakai an serba hitam dan membawa topeng,ahmad pun bertanya “ayah ingin pergi kemana dengan pakai an itu?”,jawab ayah”ingin patroli dulu”,kata ahmad”hati hati dijalan jangan pulang larut dan pukul orang yang mencurigakan jika itu adalah maling disekitar ini ayah”,”siap bos”kata ayah ahmad sambil tersenyum,

Kehidupan nya pun mulai membaik hutang pun mulai berkurang dan ahmad mulai disukai orang orang ,lalu mobil lewat dengan memberi tau kan berita tentang pencurian setiap malam nya,berita itu pun menyebar seiisi sekolahan pun ribut dengan berita itu segera ia memberi tau kan pada teman teman nya jika ada maling di komplek nya maka ayah nya akan menghajar nya demi warga sekitar,,

Setelah malam tiba ,ahmad ketakutan dengan berita itu lalu ahmad pun menyelimuti tubuh nya dengan selimut dan menutup telingan nya terdengar suara “ada maling ada maling  tolong tolong”,ahmad pun merasa takut dan tetap dia,warga pun mencari maling itu disetiap sisi sisi komplek,dan terdengar orang kesakitan ,warga pun segera menghampiri dan mereka hajar maling itu,dipikiran ahmad maling itu telah di tangkap oleh ayah nya tapi ketika nya menghampiri nya ternyata itu adalah ayah nya sendiri,dia terkejut dan pingsan ibu nya  menangis karena suami nya dihajar oleh warga,beberapa menit pun berlalu polisi datang dan menahan ayah ahmad ,ayah ahmad pun di hukum karena mengambil hak orang lain.... ... 



MUSIM KEHIDUPAN

Baru pertama kali ini hati ku merasakan nya seperti bunga sakura di bulan juni,nama ku edho meylow umur ku 14 tahun dan aku masih muda tapi sudah bisa masuk SMA,aku ingin memasuki sekolah MA.darul ulum kota baru dan pada tahun ini aku berhasil masuk disana,sekolah ku mengadakan acara penyambutan siswa siswi baru,aku memiliki seorang adik perempuan dan orang tua ku berkarja diluar negeri ,aku tinggal bersama bibi ku di indonesia  lebih rincinya di kalimatan selatan kotabaru,pagi hari itu aku mempersiapkan perlengkapan sekolah ,aku mandi dan sikat gigi agar tidak bau,lalu aku pun sarapan bersama adik ku dan aku pergi kesekolah ,aku pergi bersama sahabat ku nama nya dhani ia orang yang sangat baik ,saat diperjalanan menuju sekolah dhani menantang ku untuk balapan lari menuju sekolah aku pun menerima tantangn itu kami pun berlari dengan menghindari setiap rintangan jalanan tapi tiba tiba aku terjatuh dan tak sadar dhani meninggal kan ku pergi,kaki ku sakit dan baju ku kotor lalu datang seorang gadis cantik berambut perak dan mata biru ,dia mengulurkan tangan nya pada ku aku pun mengapai tangan nya dan ia berkata”apa kmu baik baik saja?”,”iya tidak apa apa”kata ku,”ayo kita pergi kesekolah bersama”dengan senyum,hati ku deg deg an ketika berjalan bersama dia,sesampai disekolah ia bilang ingin pergi kesuatu tempat,aku pun pergi menuju gedung sekolah ,dhani tertawa karena meliat baju kotor dan rambut acak acakan ,lalu masuk lah kepala sekolah untuk memberika sambutan setelah itu osis pun memberika sambutan juga saat itu aku terkejut karena orang yang telah menolong ku ternyata seorang osis disekolah ku,saat penyambutan dia meliat ku dan tersenyum,hati ku deg degan lagi karena nya,ketika selesai aku pergi kepapan pengumuman untuk meliat aku duduk dikelas mana,dan aku masuk di kelas x-b bersama dhani ,kami pun pergi kelas untuk memilih tempat duduk ,dhani memilih untuk duduk didepan ku,aku duduk didekat jendela sebelah kiri ,lalu ketika ku meliat liat orang orang yang ada dikelas ternyata ada salah satu tempat SMP ku yang juga dikelas ini nama nya aoi orang nya agak kasar tapi memiliki bakat yang hebat,

Saat bell masuk telah berbunyi aku mulai mengeluarkan buku ku tak sengaja pulpen ku jatuh di bawah meja aoi ,aku segera mengambil nya tapi saat itu aoi juga ingin mengambil kan pulpen itu ,lalu tak sengaja aku memegang tangan nya dan wajah nya langsung memerah ,ku kira dia marah pada ku ,aku pun langsung cepat cepat mengambil dan mendengarkan pelajaran,ketika bell istirahat aku pergi keatap untuk makan bekal ku,sesampai disana aku bertemu dengan gadis itu ,”hai osis”kata ku “hai juga, panggil saja inori”kata inori “baiklah,nama ku edho salam kenal ya “,”iya selam kenal juga” kata inori,”apa yang kmu lakukan disini?”kata ku,”aku setiap istirahat aku pasti kesini untuk makan bekal dan menghilang kan stres”kata inor,”kamu ada masalah ya?”tanya ku,”iya akhir akhir ini ada orang yang mengikuti ku saat pulang sekolah,jadi jadi takut karena nya”kata inori,”aku akan membantu mu “kata ku,”benarkah?”kata inori,”iya tapi tidak memiliki ide sama sekali”kata ku “aku juga tidak ada ide bagaimana ini”kata inori tiba tiba seseorang datang ternyata itu dhani “bagaimana kalo kalian pura pura pacaran,aku akan mengawasi kalian dari jauh dan edho kamu kejar orang itu jika dekat dengan mu”dengan senyum “jangan bikin  malu dong dhan”kata ku sambil berbisik pada dhani,”iya baiklah “kata inori,”kmu yakin?”kata ku,”iya tidak apa apa kok”kata inori ,”baiklah kita akan memulai rencana date trap besok jam 09.00 oke”,”baiklah”kata inori “ok”kata ku 

Kami pun memulai rencana kami date trap,aku bersama inori pergi kecafe untuk menghilang kan penat ketika berjalan, saat itu aku merasa kan ada orang yang meliat kami,kami pun pergi ke pertokoan berjalan dan memegang es krim,aku merasa ini seperti kencan sungguhan aku sangat senang,lalu baru ku sadari ada orang yang mengikuti kami dari cafe tadi, aku pun berlari langsung mengejar nya  meninggal kan inori,ketika orang itu terdesak aku membuka topi nya ternyata itu dhani ,”apa yang kamu lakukan dha?”tanya ku “bukan nya kamu mau nangkap pengitip itu kenapa jadi aku yang ditangkap sih”kata dhani “maaf,kukira kamu pengitip itu”kata ku “iya cepat kembali ke tempat inori”kata dhani aku pun berlari menuju tempat inori tapi ketika sampai inori sudah tidak ada lagi ,aku pun mencari nya di setiap sudut kota tapi tak menemukan nya lalu tak sengaja aku menemuka kalung yang selalu digunakan inori ,aku pun mengikuti arah jatuh kalung itu,beberapa menit berlalu aku meliat gudang kotor yang tidak diurus lagi aku pun masuk untuk memastikan ada atau tidak ada nya inori disana ,setelah masuk ternyata ada seseorang berbicara aku pun pelan pelan mengitip ternyata inori disana di ikat oleh 4 orang dengan bersenjata,aku pun berencana untuk melapor pada polisi,lalu ketika ku berjalan tertendang kaleng dan aku ketauan,aku pun cepat cepat kabur dan mencari tempat sembunyi,mereka terus mencari ku,tak sengaja tangan ku menyentuh besi panjang aku pun mengambil nya dan perlahan lahan menghampiri inori,setelah sampai aku pun melepas kan tali itu tapi kami dikepung oleh 4 orang itu,aku menyuruh inori untuk diam dibelakang ku,aku pun menyerang mereka dengan besi panjang itu dengan bela diri kendo yang ku pelajari dijepang,lalu setelah orang itu tak sadarkan diri lalu aku pun mengikat mereka dengan tali yang ada didekat situ,kami pun berlari kekantor polisi dan mereka ditangkap karena kasus penculikan dan mereka lah yang selama ini mengitip dan mengikuti inori,inori pun lega kami pun pergi ke taman untuk menghilangkan ketegangan yang kami rasakan tadi,”terima kasih telah menolong ku tadi”kata inori dan tiba tiba inori mencium pipi ku dan tersipu malu,”iya bukan masalah “kata ku sambil tersenyum dan perasaan deg deg an mungkin saat itu hati ku seperti bunga pada musim panas,orang-orang disekitar berkata “ciuy ciuy”kami pun merasa malu dan mengati topik pembicaraan”dmn dhani?”kata inori,”entah lah aku juga tidak tau”kata ku ,tiba tiba datang lah seseorang dengan membawa seorang gadis dengan tali terikat di tangan laki laki itu,ternyata itu dhani bersama aoi ,aoi berkata dhani selalu mengikuti dia,setelah ditanya tanya ternyata pengitip itu ada lah dhani kami pun menghukum nya dengan mengikat nya di pohon ,kami pun meninggal kan nya,kami pun pulang bersama,

Keesokan hari nya aku meraka ada orang yang mengikuti ku,merasa kan ada orang yang mengikuti ku aku pun berjalan dengan cepat dan ketika berhenti dia juga berhenti aku pun berpaling dan melihat nya ternyata itu aoi aku bertanya pada nya ada apa ,tapi dia hanya diam,aku pun langsung meninggal kan nya dengan berlari,setelah sampai badan ku terasa berat teryata aoi ada dibelakang ku,aku pun terkejut karena nya, dhani pun datang untuk mengikat nya dikursi tapi aoi masih melihat ku dengan tatapan tajam,setelah pulang sekolah aku tak sengaja tertabrak seseorang teryata aoi ,aku ketakutan sampai tak bisa bicara tapi setelah ku liat dengan teliti ternyata aoi yang ini memakai baju biasa ,dan aoi dibelakang ku memakai baju sekolah ,aoi yang mengunakan baju kaos pun menjelaskan keadaan sebenar nya ternyata itu saudara kembar nya yang ingin melihat siapa orang yang disukai oleh aoi ,nama nya sakui adik perempuan nya,aku binggung karena wajah rambut dan tubuh nya hampir sama untung saja itu hanya kembaran nya,ak bertanya siapa yang kaka nya suka,sakui hanya tertawa dan tidak menjawab,aoi memerah dan tersipu malu,aoi pun lari meniggal kan ku adik nya pun mengejar nya juga,aku hanya bisa tertawa meliat kelakuan aneh itu,ketika sampai di rumah adik ku menyiapkan makanan seperti biasa nya tapi setelah ku makan masakan nya ada yang berbeda setelah ku bertanya ,dia berkata ada dua orang berambut perak dan biru datang dan memasakan masakan ini,aku merasa kebinggung siapa orang yang telah memasakan makan malam itu lalu ku berpikir itu adalah dewa makanan dan aku meneruskan makan lezat itu ,dan segera pergi tidur,ketika malam itu aku bermimpi yang sangat buruk ,mimpi kehilangan orang yang aku sayangi sampai aku terbangun dan menangis

Keesokan hari nya aku pergi kesekolah tapi aku merasa akan terjadi hal yang buruk,waktu pun berlalu, seperti biasa aku pulang bersama inori kami membicarakan tentang keluarga kami,ia sangat senang dengan cerita ku,”edho,aku ingin mengatakan sesuatu tapi ketika kita sudah diujung jalan “kata inori,”apa itu kasih tau dong”kata ku,”r-a-h-a-s-i-a”kata inori dengan bersenyum,”emh baiklah”kata ku,kami pun berhenti sejenak untuk membeli es krim ,lalu kami melajutkan perjalanan kami sambil memegang es kami ditangan kami tapi tiba tiba lembingan besi jatuh diatas kami ,aku tak sempat menghindar,lalu inori pun mendorong ku,dan berkata”aku mencintai mu” ia pun tertimbun besi besi itu,aku sangat sedih sampai air mata ku tak berhenti mengalir,aku pun berusaha untuk mengangkat besi itu,orang orang disana pun membantu ku untuk mengangkat tapi itu sudah terlambat karena inori telah mengalami pendarahan yang sungguh banyak dan tulang nya patah,ambulan datang untuk membawa nya,aku hanya terdiam dan tak bisa berkata apa apa,aku pun pulang dengan perasaan yang sangat sedih,aku pun tertidur tapi ketika bermimpi aku bermimpi hal yang buruk lagi yang membuat ku terbangun dan ketakutan ,aku pun tidak bisa tidur dengan nyenyak dan terjaga sepanjang malam

Keesokan hari nya Ketika hari ulang tahun ku aku menerima berita yang sangat buruk ,itu saat orang tua ku meninggalkan dunia ini,aku sangat sedih sampai air mata ku tak henti henti mengalir,adik ku sampai bermimpi buruk setiap malam nya saat itu perasaan ku seperti bunga pada musim gugur,1 tahun berlalu saat orang tua ku meninggal adik ku mengalami penyakit yang parah ,aku segera membawa nya kerumah sakit ,mulai saat itu lah kehidupan ku berubah drastis,aku pun berhenti bersekolah,teman teman ku mengkhawatir pada ku tapi ku bilang tidak apa apa dan aku mulai mencari pekerjaan untuk mendanai adik ku,  mungkin hati ku sudah seperti bunga di musim dingin. .


KARMA

Ketika itu hari saptu ia mengikuti aktivitas rutinitas di sekolah nama nya juni berumur 17 tinggal di barak,ia sekolah di MA.darul ulum kelas XII IPA ,saat itu mereka merasa sangat bosan sampai sampai buku dijadikan raket bermain bad minton bahkan mereka tertidur di lantai ,lalu salah satu seorang teman nya itu,cahaya,renny,jubay,dan firah itu lah teman sekelas yang akan pergi bersama nya ingin nya dia mengajak teman yang lain tapi teman yang lain sedang sibuk dengan tugas dan perkerjaan dirumah,ketika siang hari kami sholat seperti biasa yaitu sholat zuhur tapi mereka tidak berwudu dan langsung pergi ke musholah,setelah selesai sholat ternyata mereka ketauan tidak berwudu mereka pun di hukum dengan sholat di lapangan yang sangat panas bahkan air pun menguap karena nya.

Saat pulang sekolah juni pergi bersama teman nya,dengan memakai motor dan sering disebut terong terongan,ia menyukai orang yang duduk bersebelah dengan akbar,dia dan orang itu selalu mengejek satu sama lain tapi mungkin itu adalah sesuatu,

Ketika malam minggu ia pergi ke taman seperti cabe cabe an dengan baju serba glamor,ia mengajak berkelahi dengan anak anak SD disana,bahkan gerobak penjual pun diobrak abrik oleh nya ,ia disebut sebagai dewa kenakalan

Waktu pergi ke sarang tiung pun telah tiba,ia menyiapkan persiapan berenang nya lalu di sarapan dan berolahraga,beberapa menit kemudian teman nya mu datang kerumah juni dengan membawa peralatan yang dibutuh kan,mereka sibuk dengan urusan pakai an karena ingin tampil cantik di depan orang orang,

Mereka pun menuju ke sana di perjalanan mereka bertemu dengan guru mereka ,mereka sangat takut dan mereka pun tancap gas yang membuat kecepatan menjadi 120 ,setelah jauh dari guru mereka pun menurun kan kecepatan mereka,mereka pun melanjutkan perjalanan ,saat setengah jalan dari tujuan tiba-tiba ban motor cahaya bocor terpaksa mereka mencari bengkel untuk mengompa ban,mereka pun mencari-cari kesana kesini tapi hasil nya nol ,tak ada menemukan apa pun,saat itu mereka sangat lah lelah sampai sampai mereka berhenti sejenak,setelah itu jubay meliat bengkel di tepi pantai tapi bengkel itu sangat tua dan tidak terawat,mereka pun kesana untuk meminta bantuan,setelah sampai ruang di dalam bengkel kosong tak ada orang,”ada orang disini?”kata juni tiba tiba muncul seorang paman paman dari kegelapan bengkel “ada urusan apa?”kata paman misterius,”kami ingin mengompa ban yang bocor ini apa kah bisa?”kata mereka,”baiklah tapi sebelum itu masuk lah dan tutup tirai bengkel ini”kata paman misterius itu”baiklah “kata juni,tapi mereka sangat curiga dengan paman ini karena ketika ditutup bengkel menjadi gelap gulita,

Tiba tiba terdengar suara jeritan seseorang kesakitan,ia merasa gelisah karena suara itu ,juni pun ingin bertanya pada teman nya tapi ketika ditanya teman nya tidak ada di samping nya,ia pun berjalan lurus lalu ia menginjak seperti benda lembek dan bola bola licin,ia pun menjauh ketika dia kearah kiri ia berjalan dicairan yang sangat cair dan ketika dicium nya bau nya ia merasa pernah mencium bau itu,lalu dia sadar kalau itu bau darah,lalu di pergi ke arah kanan ada boneka berukuran manusia tertancap ditembok,ia pun penasaran dan menyeteri dengan senter setelah dia meliat nya dia terkejut salah satu teman nya tertancap ditembok,wajah nya sangat ketakutan ia pun mengirim pesan kepada polisi jika disana ada pembunuhan tapi tiba tiba terdengar bunyi gergaji mesin(sinso),ia pun segera mengirim kan pesan itu dan berhasil tapi ia merasa kepala nya lepas dari tubuh nya dan terjatuh saat pesan terkirim dan ia terkapar dilantai dengan penuh cairan darah

Beberapa jam kemudian polisi pun datang dan memeriksa TKP tapi pelaku tidak ditemukan ,lalu polisi pun mencari lagi disekitar pantai terlihat ada mayat mengapung lalu ketika mereka meliat nya ternyata itu adalah pelaku yang sudah bunuh diri dengan menancap kan pisau ke dada nya dan tengelam ditengah laut.....

Pengertian dan jenis ekspresi wajah

Jumat, 02 Oktober 2015

Ekspresi wajah atau mimik adalah hasil dari satu atau lebih gerakan atau posisi otot pada wajah. Ekspresi wajah merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal, dan dapat menyampaikan keadaan emosi dari seseorang kepada orang yang mengamatinya. Ekspresi wajah merupakan salah satu cara penting dalam menyampaikan pesan sosial dalam kehidupan manusia, namun juga terjadi pada mamalia lain dan beberapa spesies hewan lainnya.
Manusia dapat mengalami ekspresi wajah tertentu secara sengaja, tapi umumnya ekspresi wajah dialami secara tidak sengaja akibat perasaan atau emosi manusia tersebut. Biasanya amat sulit untuk menyembunyikan perasaan atau emosi tertentu dari wajah, walaupun banyak orang yang merasa amat ingin melakukannya. Misalnya, orang yang mencoba menyembunyikan perasaan bencinya terhadap seseorang, pada saat tertentu tanpa sengaja akan menunjukkan perasaannya tersebut di wajahnya, walaupun ia berusaha menunjukkan ekspresi netral. Hubungan perasaan dan ekspresi wajah juga dapat berjalan sebaliknya, pengamatan menunjukkan bahwa melakukan ekspresi wajah tertentu dengan sengaja (misalnya: tersenyum), dapat memengaruhi atau menyebabkan perasaan terkait benar-benar terjadi.[butuh rujukan]
Sebagian ekspresi wajah dapat diketahui maksudnya dengan mudah, bahkan oleh anggota spesies yang berbeda, misalnya kemarahan dan kepuasan. Namun, beberapa ekspresi lainnya sulit diartikan, misalnya ketakutan dan kejijikan kadang sulit dibedakan. Selain itu, kadang-kadang suatu wajah dapat disalahartikan mengalami emosi tertentu, karena susunan otot-otot wajah orang tersebut secara alami menyerupai wajah seseorang yang mengalami ekspresi tertentu, misalnya wajah seseorang yang tampak selalu tersenyum.

Berikut beberapa bentuk jenis ekspresi wajah :

Masih sahabat ( cerpen karangan : M. Ramadhani )

    
 
 Kali ini aku satu kelas dengannya.orang yang sebelumnya tidak pernah saling sapa itu menyapaku dengan baik. Firda namanya.Kami semakin akrab saat beberapa hari memasuki kelas baru.Aku nomor urut absen19 namaku Daran, yang sekarang Kelas sebelas.Kelas yang berada paling pojok lingkungan Madrasah Aliyah Darul Ulum itu, semakin berwarna saat musim mangga sekarang ini.Benar saja, Disebelah kelas kami yang masih banyak semak itu ada beberapa pohon mangga yang lumayan banyak berbuah akhir-akhir ini. DialahYasir,  pemanjatpohon mangga dalam kelas yang kami cintai dan kami banggakan.Saat ini dia sedang memanjat.
Yasir dan aku memang teman dekat, apalagi tiga orang dalam kelasku; Dodon, Rian, dan Firda. Kami berempat akhir-akhir ini sangat akrab, yang dari awal katanya dulu berteman, sekarang menjadi sahabat.
Keesokan harinya.Lagi-lagi aku pagi ini terlambat kesekolah dan seperti biasa bersama beberapa orang yang terlambat lainnya, aku dihukum harus membersihkan sampah daun kering  dari kedua pohon depan lapangan sekolah yang agak jauh dari kelasku.
Saat itu mereka berdua datang dengan penuh pesona lewat dihadapanku.Dodon dan Rian.dua makhluk yang mengejekku secara halus. “ciee rajin” ucap mereka berdua dengan senyum yang paling mempesona.
Tak jauh dari belakang mereka, kulihat dia menyusul berjalan dengan langkah cepat, sebelum  beberapa anak kelas satu lewat didepannya dan menghalangi pandanganku. Akupun kehilangan jejak Firda.
“Firda mana?” tanyaku pada mereka,yang sebenarnya mereka juga tidak tahu kalau diikuti Firda dari belakang. “dibelakang” jawab Rian dengan wajah datarnya.”nyari aku?” belum sempat aku bicara, aku mendengar suara perempuan yang lembut menyapaku.Suara yang seperti kekanak-kanakan itu terdengar dari arah belakangku.Suara khas dari Firda, bagiku yang tiada duanya di Kabupaten.Ternyata ajaibnya Firda muncul dibelakangku.Belum sepenuhnya aku memutar tubuhku kebelakang, dia menarik lengan bajuku dan menyeretkukearah kantin.Tidak ketinggalan ternyata Dodon juga menarik Rian yangkulihat mengikutiku dari belakang.Aku diajaknya dengan hati-hati membungkuk berjalan cepat, bersembunyi dan lolos dari para kumpulan orang-orang yang kena hokum bersamaku tadi.
“teraktir yey..” teriakkan Dodon saat baru saja duduk dalam kantin dengan semangatnya. Akhirnya aksi ini terdengar oleh guru Penjaskes kami “haii mau kemana?” ucap manis Pak Tamrin kearahku. beliau guru yang menghukumku tadi karena terlambat. “ituu pak.. saya terpaksa kekantin karena disuruh kedua temen saya, katanya kalo ga mau, saya bisa dibunuhnya” jawabku, dengan wajah yang terlihat serius. “hahh apa” seperti paduan suara saja, mereka bertiga mengucapkan itu dengan serentak. Suasana pun hening.
Dan pada akhirnya kami berempat dihukum bersama.
Pagi yang tidak terlalu cerah, karena hujan baru saja membasahi kota, tidak menyurutkan aktivitas kami untuk mengikuti Amaliyah, Amalan-amalan Doa sebelum masuk kelas yang rutin dilakukan tiap pagi.Kami amaliyah didalam Musolah sekolah ini, yang tidak terlalu besar, tapi cukup untuk semua siswa Darul Ulum karena memang murid disini tidak terlalu banyak.
Aku lanjut menuju kelas dengan semangatnya setelah amaliyah.Mungkin karena Pr yang kukerjakan belum selesai.  Copy paste jawaban Firda pun terjadi lagi karena soal terlalu sulit, tidak mendukung untuk dikerjakan. Firda memang yang paling unggul dikelas, bukan hanya pintar tapi dia tidak pelit denganku. Kadang aku bingung sendiri, kalau yang lain minta jawaban dia tidak berhasil, tapi kalau denganku selalu diberi.
Dalam kelas saat mencatat tugas, Akhir-akhir ini aku merasakan tatapan Rian dan cara bicaranya beda dengan sebelumnya, matanya seakan berubah saat menatap Firda. “lo suka sama Firda ya? Pengen jadi pacarnya?” Dodon yang juga merasakan kecanggungan itu spontan langsung mengatakan  pada Rian.
Dan itu semakin membuatku heran, karena respon Rian menjawab  sepertisalah tingkah saat ditanya.
“mau kesana dulu, dah..” ucap Firda sambil berjalan menjauhi  kami.Firda sepertinya terlihat tidak senang.
Menjelang pulang sekolah, ada tugas yang diberikan dari pak Evan, guru bahasa Indonesia yang mengajar kami. “yuhu,..bapak kasih oleh-oleh, nanti saya kasih tau mama biar seneng” ucap Yasir, teman sebangku Dodon yang penuh dengan lawakan. Suasana sempat heboh beberapa saat. “tugasnyaperkelompok.. catat nama kelompoknya” perintah Pak Evan.
sayangnya Tuhan tidak mengijinkanku lewat Pak Evan untuk sekelompok dengan Firda.Padahal dia orang yang kuharapkan untu masalah seperti ini.
Sore ini aku segera menyelesaikan tugas dari Pak Evan karena besok matpel bahasa Indonesia masuk lagi. Saat ini kami berkumpul dirumah Rianyang juga satu kelompok denganku bersama dengan Dodon dan Yasir.Tugas yang kami anggap susah itu akhirnya selesai dengan mudah. ketika mereka dengan asik tidur-tiduran tidak jelas, aku menemukan data di laptop Irwan saat aku mengutak-atik foldernya tanpa dia tahu.
Hari semakin gelap, kami sudah pulang kerumah masing-masing.Malam ini Yang kuingat seharian  hanya ratusan  poto Firda yang ada di laptop Rian saat kulihat sore tadi. Aku sendiri jadi aneh karena gara-gara itu sebabnyasusah tidur.
Aku baru ingat Firda kadang-kadang sering browsing facebook. Akupun membuat facebook baru dengan nama samaran. Puyungsari.
“jreng jreng” pesan chat pertamaku ke Firda.
“kring kring” belum satu menit, dia sudah merespon pesanku dengan jawaban yang agak aneh juga, seperti suara lentongan sepeda ontel.
Kami pun akrab mengobrol dengan kata kata yang penuh puitis, malam semakin lelap akupun dibuatnya mengantuk dan tertidur pulas nyenyak.
Pagi ini aku bersemangat karena selain tidak ingin terlambat, aku juga ingin presentasi tugas yang kami kerjakan kemarin.Setelah melewati beberapa sesi pertanyaan yang akhirnya sukses dijawab semua, bel pun berbunyi.Tanda waktu isirahat beberapa menit.
Belum sampai aku berjalan menuju kantin, ada suara yang tidak asing kudengar memanggilkutak jauh dari belakang. “ada yang mau dibicarain, Penting.” Rian menyuruhku ikut bersamanya, dan kami kesebuah tempat yang agak sepi dari orang-orang. “Ran..menurut lo gue tega? kalo suka sama sahabat sendiri?” “sebenarnya gue juga ga mau gini, gue udah usaha lupain dia. Tapi kenapa semakin gue berusaha lupa, malah makin ingat dia”. Tanpa disebut namanya aku sudah tahu siapa yang dimaksud Rian. Aku tidak tahu harus menjawab kalimat apa.yang kulakukan hanya mendengarkan ucapannya, dan sesekali mengangguk. “gue tau lo kemarin liatin potonya dilaptop gue” “gue harus gimana?Hei gue ngomong ni, Jangan diamin gue dong”
Curhat Rian berakhir saat Firda datang mendekati kami. “ga ngajak ngombrol ni, ga asik” ucap  Firda yang datang dengan tampang manja seperti minta perhatian. Saat itu aku meninggalkan mereka berdua, menuju kantin karena perutku memang lapar.
Baru beberapa saat ternyata bel berbunyi, aku yang tadi makan dengan santai kini terombang-ambing karena terburu-buru.
Untung saja saat ini guru yang mengajar belum masuk. Saat aku duduk  dan ingin mengambil buku dibawah laci mejaku, aku menemukan amplop warna ungu yang terselip di buku ku. Ungu memang warna kesukaanku, hanya saudara dan sahabatku tahu tentang kesukaanku dengan warna itu.
Amplop yang berisikan surat itu lalu kubaca;
Daran,Gue  suka  sama lo. apa lo juga sama? Lo itu  cowok paling jelek tapi  baik, dan cool yang pernah gue kenal.Senyum lo buat dunia gue bersinar. Ini serius ,gue malu mau ngomong apalagi. Gue cinta sama lo.
Firda.
Sempat aku menarik nafas dan menahannya beberapa saat,  setelah membaca tiap kalimatnya. Surat yang awalnya membuatku tidak percaya itu. Akupun percayasetelah  menunjukan ke Firda yang senyum seperti tersipu seperti malu-malu.
Sebelum pulang sekolah, aku menaruh balasan yang berisi aku juga suka sama dia. Tapi bayang tentang Rian juga selalu menghantuiku saat dia bilang beberapa jam lalu, kalau suka sama Firda.
Dengan rasa tak karuan aku menyampaikan pesan yang berupa tolakan secara halus itu karena suatu alasan. Tapi aku tidak menyebutkan alasanku apa.
Entah apa yang kurasakan, pikiranku terus memikirkan saat Rian mengatakan suka pada Firda tadi.
Pagi berikutnya.Pagi ini masih nampakcuaca tidak ada perubahan seperti biasanya, tapi ada hal yang sudah berubah dari biasanya tentang sosok Firda.Dia hanya diam dari tadi.aku merasa bersalah. Apa ini mungkin karena kemarin. Ah, sudahlah. Mungkin  Saat ini hanya pikiranku yang tidak tenang.
Bahkan saat aku mendekatinya, dia seperti menghindar.
Rian yang juga dari tadi makin lama ternyata juga makin menjauhiku, makin membuatku takut karena merasa bersalah dengan perbuatanku.
“ian, maaf kalo gue buat salah” akhirnya aku mengucapkan kata itu didepan Rian, saat dia duduk dengan Dodon didepan kelas. “ah, maaf apa sih,” ucap Rian dengan santainya. “hahaha.. ga papa” dengan wajah senyum terpaksa, dan agak malu mengucapkan tadi.Dalam benakku Ternyata Rian tidak menjauhiku, itu hanya perasaan burukku saja hari ini.Walaupun mereka tidak membahas tentang Firda didepanku, tapi entahlah kalau aku tidak ada.
Akhir-akhir ini aku semakin merindukan tawa canda saat dulu kami berempat.Tapi disamping itu, aku juga tidak ingin mengacaukan persahabatan yang kami ciptakan berempat, terutama Rian.Hari-hari yang terjadi saat ini semakin aneh, aku selalu saja memandang poto Firda yang kumuat dialbum khusus dalam laptopku, walau tidak sebanyak poto yang dimiliki oleh Rian.bahkan kalau mau tidur, pikiranku selalu membayangnya.kenapa aku mulai menyukainya.Dalam benak aku berkata; “ya Tuhan, kalo aku memang jatuh cinta dengan baik padanya, maka jatuhkanlah aku selamanya” ternyata benar-benar aku memang menyukainya. Lalu bagaimana dengan Rian, yang saat ini mulai pendekatan sama Firda.
Selalu saja saat mereka berdua ku hampiri suasana jadi berubah, itu karena Firda pergi saat aku datang.
Malam-malam yang kuhabiskan kadang hanya berkirim pesan chatting dengan Firda.kata-kata puitis yang kuberikan lewat Puyungsari.Facebook yang kubuat itu sudah cukup mengungkapkan perasaanku, walau dia tidak tahu siapa puyungsari. Dia juga merespon dengan kata-kata yang kubuat. Walau kadang kata yang kubuat hasil copas dari internet.Kadang-kadang.
Akhirnya aku mencapai batas finish, aku memang jatuh cinta dengannya. Dibawah pohon dekat ayunan yang berada di samping kantin itu, aku datang dari belakangnya.“Fir, gue ga tau harus mulai darimana.Gue minta maafsama lo” Tidak kusangka aku membisikan kalimat itu didekat telinganya yang bertutup rapat jilbab itu. Rasanya ingin kugulingkan badanku ke aspal saking gugupnya mengatakan ini.keringat dingin pun menjadi-jadi disekujur tubuh. “maaf?, aku yang seharusnya minta maaf..Perasaan itu tidak bisa dipaksa” suaranya makin pelan, dengan bola mata yang seakan berkaca itu menatapku dengan tajam.Kami saling tatap mata.Baru kali ini rasanya aku menatap pelangi sedekat itu.Tatapan mata tajam itu, membuatku diam seperti membisu.Seakan tak ada kata yang terucap selain AKU SAYANG PADAMU.
Aku hanya diam, dia kelihatan ingin mengatakan sesuatu padaku. “lagian, gue udah punya kekasih dan gue mau berusaha yang terbaik untuknya. Namanya Rian, laki-laki pertama yang mengucapkan sayang padaku.” ucapan  yang tidak pernah ku duga sebelumnya.ternyataFirda sudah berpacaran dengan Rian.
Dari belakang mungkin aku hanya pengagumnya
Ya tuhan, kalau aku memang jatuh cinta baik dengannya maka jatuhkanlah aku selamnya.
Dan ini adalah cinta terbaik yang pernah ku temui.

GURUKU IDOLAKU ( cerpen karangan : Miftahul Jannah )


 
Setelah pelaksanaan MOM sekolah M.A Darul Ulum berakhir,semua siswa dan siswi mulai masuk ke sekolah seperti biasanya. Termasuk kepada murid baru yang baru masuk sekolah pada hari itu.
 
Pada hari pertama Nina masuk sekolah di M.A Darul Ulum,ia sangat berbahagia pada hari itu karna dia bisa melanjutkan sekolahnya untuk menggapai cita-citanya menjadi guru.dia selalu bersemangat dalam menghadapi setiap pelajaran. Satu hal yang di senangi pada pelajaran hari itu adalah pelajaran ekonomi yang dipegang oleh Bapak Syarwani. Mulai pada hari itu dia sangat tertarik oleh Bapak Syarawani maupun pelajaran yang ia ajarkan,ia pun berniat untuk menjadi guru dalam jurusan ekonomi seperti yang di pegang oleh Bapak Syarwani.
 
Ulangan tengah semester telah berakhir,perlombaan berupa kelas meeting mulai dipersiapkan oleh para OSIS. Hampir semua perlombaan Nina ikut berpartisipasi di dalamnya,ia sangat bersenang-senang dalam perlombaan tersebut. Hampir seminggu kegiataan pelaksanaan kelas meeting barulah pembagian hadiah untuk tiap kelas yang menang dalam perlombaan dan diikuti oleh pembagian rapot untuk para murid M.A Darul Ulum.
 
Setelah libur kenaikan kelas, seluruh siswa mulai turun kembali kesekolah seperti biasanya.Nina yang baru naik ke kelas XI sangat berbahagia pada saat itu,karna dia bisa berjumpa dengan teman-temannya kembali. Ketika bunyi bel berbunyi toot…toot..tooot menandakan jam istirahat!!
Nina dan teman-temannya ingin pergi ke kantin,baru saja ia keluar kelas. Tiba-tiba terdengar suara panggilan kepada Nina dan pangilan kepada siswa yang lain oleh Guru di kantor,dia pun segera pergi ke kantor untuk memastikan kenapa dia dipanggil. Setelah sampai ke kantor, ia dipangil oleh Ibu Ilmiah untuk berkumpul dengan siswa lainnya,disitu ia dan siswa lainnya dibagi beberapa kelompok oleh ibu Ilmiah untuk mengikuti lomba DEBAT BAHASA INGGRIS  yang akan dilaksanakan di Gedung Mahligai Pemuda pada hari senin depan. Ketika nina mendengar apa yang dikatakan oleh ibu Ilmiah,ia sangat kaget karna sebelumnya dia belum pernah mengikuti lomba debat dan dia pun mungkin tidak bisa mengikutinya dengan alasan karna  pada senin depan ia akan pergi mengantar ibunya yang akan berangkat naik haji. Nina pun berkata kepada Ibu Ilmiah” tidak bisa mengikuti lomba tersebut dan ia ingin digantikan oleh orang lain saja”ibu Ilmiah yang mendengar perkataan Nina pun langsung bebicara secara kasar kepada Nina ”apakah kamu tidak ingin membanggakan sekolahmu Nin”, karena rasa takut nina pada waktu itu akhirnya ia tidak bisa menjelaskan mengapa ia tidak bisa mengikuti lomba tersebut. Hal ini terdengar oleh bapak Syarwani yang berada di dalam ruangan kantor,bapa Syarwani pun keluar dari dalam kantor dan bertanya kepada ibu Ilmiah “ada apa ini bu,kok ribut-ribut” ibu Ilmiah menjawab “ini pak Nina tidak ingin mengikuti lomba,padahal sekolah telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengikuti lomba tersebut “ bapa Syarwani yang mendengar hal itu pun juga ikut marah kepada Nina,tanpa berpikir panjang bapa Syarwani langsung mengusir Nina dari kantor dan menyuruh ibu Ilmiah untk mencari penggantinya. Nina yang waktu itu tidak bisa berbuat apa-apa lagi hanya bisa langsung pergi menuju kelasnya dengan perasaan yang sangat sedih karna ia tidak bisa menjelaskan kenapa dia tidak bisa mengikuti lomba tersebut dan ditambah lagi guru yang di idolakannya sangat marah padanya.
 
Saat siang hari, setelah shalat zuhur selesai. Biasanya setelah shalat zuhur ada pembacaan kultum yang dibawakan olah siswa maupun siswi M.A Darul Ulum,tetapi entah mengapa pada hari itu kultum dibatalkan dan diisi penyampaian oleh bapa Syarwani. Ketika penyampaian itu berlangsung,entah mengapa bapa Syarwani berkata dengan perkataan yang menyinggung kepada Nina tentang hal mengikuti perlombaan Debat,Nina yang mendengar penyampaian tersebut cuma bisa diam dan tertunduk menutupi betapa sakitnya perkataan yang diucapkan oleh guru yang di idolakannya itu,di tambah dengan perkataan bahwa ”ia tidak akan pernah di ikutkan kedalam perlombaan maupun kegiatan” teman-teman Nina yang mengetahui hal tersebut cuma bisa memberi semangat kepada Nina bahwa dia tidak bersalah dalam hal itu dan biarlah permasalahan itu berjalan seperti air yang mengalir.
 
Seiring berjalannya waktu,Nina yang sudah naik ke kelas XII yang akan bersiap-siap untuk menghadapi ujian nasional dan akhir dari sekolah di tingkat SMA. Beberapa minggu dari awal dia masuk sekolah,saat hari selasa waktu jam pelajaran matematika di kelasnya,tiba-tiba terdengar panggilan kepadanya dan beberapa siswa lainnya untuk segera menuju kekantor. Ia pun meminta izin kepada guru yang ada saat itu,setelah ia sampai kedepan kantor ia berkumpul dengan beberapa siswa yang dipanggill oleh bapa Yamin,disitu bapa Yamin mengatakan bahwa yang dipanggil oleh ia itu akan mengikuti acara sosialisasi yang akan diadakan di Paris Berantai. Mendengar hal itu semua siswa yang berada dikantor itu sangat senang,lalu mereka diperbolehkan kembali kekelasnya masing-masing,Nina yang baru saja ingin meninggalkan kantor ditahan oleh bapa Yamin,bapa yamin bertanya kepada Nina “apakah kamu bisa mengikuti kegiatan tersebut Nin” belum saja Nina ingin menjawab pertanyaan bapa Yamin,ia langsung di potong oleh perkataan bapa Syarwani “mungkin lebih baik Nina digantikan oleh orang lain saja,karna Nina mungkin sibuk urusan lain pa Yamin ” Nina yang berada di tempat itu hanya bisa diam dan melihat perdebatan kecil antara bapa Syarwani dan bapa Yamin. Hingga akhirnya bapa Yamin pun setuju bahwa Nina akan digantikan oleh orang lain,Nina pun beranjak pergi dari kantor dengan sedikit kekecewaan  yang ia alami pada hari itu,pada saat ia menuju kekelasnya kembali ia teringat dengan kejadian ketika waktu ia berada dikelas XI tahun lalu yang dikatakan oleh guru idolanya itu .
 
Waktu-waktu ujian telah berakhir untuk semua kelas XII,tiba saatnya dimana mereka yang sibuk mempersiapkan acara perpisahan. Sehari sebelum acara perpisahan,Nina pergi kerumah guru idolanya itu untuk meminta maaf dan meminta do’a kepada gurunya agar dia bisa masuk ke Universtas seperti gurunya itu. Ketika sesampainya Nina di muka rumah gurunya tersebut,bapa Syarwani selaku guru idolanya itu cukup terkejut melihat kedatangan Nina kerumahnya,bapa Syarwani yang menyambut kedatangan Nina ia sangat senang melihat kedatangan anak muridnya. Saat di dalam rumah gurunya itu terjadi antara percakapan Nina dan sang guru,Nina yang pada saat itu kondisinya kurang baik dia cuma bisa sebentar di rumah gurunya itu. Kurang lebih setengah jam Nina berada dirumah gurunya,ia meminta izin pulang kepada sang guru. Sebelum pergi dari rumah sang guru,Nina berkata kepada bapa Syarwani “pak,mungkin saja ini perjalanan terakhir buat saya pak “ sambil tertawa tipis,bapa Syarwani pun menjawab perkataan Nina “aaahh ngaco kamu Nin,udah pergi sana katanya kamu ada urusan penting dengan ayah kamu,hati-hati bawa kendaraannya” Nina pun beranjak pergi meninggalkan gurunya tersebut. Ketika Nina diperjalanan menuju rumahnya,karna kondisi Nina yang pada saat itu kurang baik,menyebabkan ia kurang memperhatikan jalan. Akhirnya nina mengalami kecelakaan dengan tertabrak truk saat ia ingin membalap sebuah mobil yang berada di depannya,kejadian ini terdengar oleh bapa Syarwani dan teman-temannya disekolah. Mereka semua segera menuju kerumah sakit untuk memastikan keadaan Nina bagaimana,namun sayangnya ketika sesampainya mereka di rumah sakit Nina sudah tidak bisa diselamatkan lagi karna kodisinya yang sangat begitu parah. Pada keesokan harinya,acara yang dimaksudkan untuk perpisahan semua kelas XII kepada seluruh guru menjadi acara perpisahan untuk terakhir kalinya bagi seluruh guru maupun teman-temanya termasuk sang guru idolanya Nina tersebut.

Tamat

Robot besi ( cerpen karangan : Azmi Ansari )


ketika pulang  sekolah aku terinspirasi membuat robot canggih seperti di film-film robot,namun mustahil membuat robot secanggih itu lalu aku berpikir membuat robot seorang saja tidak bisa aku pun mencari teman setelah itu aku mendapatkan teman yang ahli merakit apapun aku pun menyapa teman ku nama nya Reza,setelah berkenalan aku pun mengajak ke tempat rahasia,setelah sampai ke tempat rahasia Reza pun kaget,kata Reza...ini tempat apa Cuma semak-semak,aku pun menjawab...ini betul tempat bersemak-semak tapi ada yang aku perlihatkan pada kamu,aku pun mengambil remut untuk membuka pintu rahasia,aku pun memencet remot nya dan terbuka pintu rahasia bawah tanah,kata Reza...ini tempat bawah tanah yang pertama kali aku lihat tempat nya luas,sebenar nya apa yang kamu lakukan ditempat ini sehingga mengajak ku ke tempat ini,aku menjawab...kita akan membuat robot yang canggih seperti manusia ,kata Reza...hahaha mustahil membuat nya aku lihat bahan-bahan nya pun tidak ada bagaimana bisa membuatnya ,aku menjawab...iya sih tapi aku usahakan mencari bahan-bahan,setelah keluar dari tempat rahasia aku dan temanku pulang,kemudian di depan jalan aku melihat potongan besi yang tidak terpakai di tempat sampah aku pun melihat potongan besi nya,kata Reza...ini potongan besi bisa kita buat bahan untuk robot tapi potongan besi nya sedikit tidak cukup membuat bahan nya ,aku menjawab...iya tapi kita ambil dulu potongan besi nya untuk di kumpulkan besi nya,besok lagi kita cari potongan besi nya,kata Reza...oke,setelah tiba di rumah aku pun mandi setelah mandi bewudhu setelah berwudhu sholat setelah sholat mengaji setelah mengaji aku pun melihat tv kebetulan di tv film robot,habis menuntun film robot tadi aku tertidur nyeyak  aku pun bermimpi menjadi robot pahlawan di bumi untuk menindas kejahatan dan melindungi nya,aku pun terbangun dari tidur tadi yang bermimpi menjadi pahlawan,aku lihat jam ternyata jam 06:30 aku pun terkejut aku langsung mandi dan berpakaian seragam sekolah kemudian pamit kedua orang tua aku untuk pergi ke sekolahan,setelah tiba di sekolahan MA.DARUL ULUM aku pun langsung ke langgar untuk kegiatan membaca amaliah,setelah kegiatan membaca amaliah aku pun ke kelas untuk berlajar setelah belajar,istirahat aku pun ke kantin untuk makan habis makan aku bertemu Reza untuk membahas pembuatan robot,kata Reza...aku tadi melihat potongan besi di belakang kantor,aku menjawab...massa,kata Reza...kalu tidak percaya lihat aja di belakang kantor,aku menjawab...iya deh habis istirahat ke 2 ,lalu bel berbunyi aku pun masuk ke kelas untuk melanjutkan pelajaran,habis belajaran aku pun keluar kelas meambil air wudhu untuk sholat zuhur berjamaah,setelah berwudhu aku melihat potongan besi tadi di belakang kantor dan besi besi nya besar dan panjang  pas untuk membuat bahan robot,setelah melihat potongan besi tadi aku langsung ke langgar mau sholat zuhur berjamaah,setelah sholat zuhur mendengarkan kultum habis itu aku pun masuk ke kelas untuk melanjutkan pelajaran lagi,1 jam kemudian bel berbunyi tanda nya pulang sekolah,namun aku menjumpai Reza untuk mengambil potongan besi di belakang kantor tadi,kata Reza...masa kita angkat besi besar ini berat lah,aku menjawab...iya sih berat begini saja kamu kan ada pemotong besi,kata Reza...baiklah,aku menjawab...kita pulang dulu ganti baju ,makan setelah itu kita ke sekolah lagi untuk memotong besi tadi,kata Reza...baiklah,sampai di rumah aku pun beganti baju dan makan setelah itu aku ke sekolah dan di jalan aku melihat paman membuang potongan besi,lalu aku meambil potongan besi tadi aku masukin ke dalam tas aku lumayan tambahan bahan  untuk membuat robot,aku pun tiba di sekolahan dan menunggu Reza,kemudian Reza datang membawa alat potong besi,lalu kami memotong besi tadi di belakang kantor setelah memotong besi tadi potongan nya di taruh di tas aku,lalu kami pulang dan menuju ke tempat rahasia atau ruang bawah tanah,kemudian sampai di ruang bawah tanah,aku pun melebur besi-besi hasil temuan kami,kemudian aku cetak dengan bentuk robot setelah cetak kan nya selesai Reza pun merakit nya dengan sangat teliti aku pun membantu nya sedikit demi sedikit,tapi waktu sudah menjelang malam kami memutuskan  besok di lanjutkan perakitan nya padahal sedikit lagi selesai,keesokan hari setelah jam pulang sekolah aku dan reza melanjut kan perkerjaan perakitan namun bahan perakitan nya habis aku dan reza mengusulkan mencari bahan atau besi tersebut,setelah keluar dari tempat rahasia aku dan reza mencari besi namun di tengah jalan banyak orang yang bergerombong setelah sampai kami lihat ternyata ada pertunjukkan wayang dan kuda lumping,aku dan reza melihat pertunjukkan dengan banyak orang, di tengah keasikkan melihat pertunjukkan aku dan reza tidak sadar,bahwa aku dan reza untuk mencari potongan besi namun hari sudah sore aku dan reza memutuskan untuk pencarian potongan besi tadi,besok saja,aku dan reza pulang kerumah sesampai di rumah aku pun makan setelah habis makan aku membersihkan piring dan cangkir aku tersenggul cangkir kemudian jatuh berserakkan kemudian aku di marahi oleh ibu ku,aku pun membersihkan serakkan cangkir tadi dengan sapu lalu aku buang di tempat sampah,sesudah di bersihkan aku pun mandi habis mandi, sholat sesudah sholat aku pun santai di teras rumah ku,aku pun berpikir tentang robotku,setelah jadi robotku akan aku bawa ke sekolahan aku di Ma.DARUL ULUM setelah itu aku keasikkan berpikir aku pun di jatuhi kotoran cecak di baju aku,aku pun tidak sadar setelah itu aku mencium bau tak enak,ternyata di baju aku,ada kotoran cecak,aku pun langsung mengganti baju aku,tapi baju yang terkena kotoran cecak tadi aku cuci setelah aku cuci aku keringkan di luar rumah ku,setelah mengkeringkan baju aku tadi melihat kake-kake yang membawa potongan besi aku pun melihat kake tersebut,ternyata kake itu membuang potongan besi di tempat sampah,aku pun segera mengambil potongan besi itu sebelum ada orang meambilnya atau pemulung meambilnya,setelah aku mengambil potongan besi tadi datang orang pengungut sampah atau pemulung,syukurnya aku telah meambil potongan besi tadi,aku pun menyimpan nya di belakang rumahku potongan besi tadi dengan aku sembunyikan dengan kain tak terpakai,sementara itu potongan besi tadi aman dari orang  yang mau meambil,setelah itu aku masuk ke rumah mau tidur aku pun tidur dengan nyenyak  setelah habis tidur aku pun segera mandi habis mandi berpakaian sekolah setelah berpakaian sekolah aku pun melihat potongan besi di belakang rumah ku ternyata masih ada tidak hilang aku merasa lega kemudian aku berangkat ke sekolahan setelah itu,ditengah jalan ada orang yang membawa potongan besi kebetulan aku saat ini membutuhkan potongan besi tersebut,habis itu aku membuntuti orang  yang membawa potongan besi tadi,ternyata orang membawa besi tadi stop di bak sampah dan membuang potongan besi tersebut,dan orang yang membuang potongan besi tadi pulang,aku pun pergi ke bak sampah tersebut namun aku lihat potongan besi tadi cukup baik dan aku bingung mau di bawa ke mana,aku pun langsung membawa potongan besi tadi ke rumah ku tanpa setahu ibu ku,kemudian aku taruh di belakang rumah ku dengan kain tertutup,setelah itu aku langsung ke sekolah setelah sampai ternyata aku terlambat,aku pun kena denda uang sebesar RP.5000 setelah membayar aku pun masuk ke langgar untuk membaca amaliah pagi,setelah kegiatan amaliah pagi aku menjumpai reza di kelas aku pun memberi tahu bahwa potongan besi tadi sudah ada di belakang rumah ku,kemudian bel berbunyi aku pun masuk ke kelas untuk pelajaran pertama,sehabis pelajaran pertama kemudian istirahat aku pun menjumpai reza lagi untuk pembuatan robot ku kemudian bel berbunyi lagi aku pun masuk ke kelas untuk pelajaran ke dua,setelah pelajaran ke dua  aku berwudhu untuk sembahiang zuhur berjamaah setelah sembahiang berjamaah masuk kelas lagi untuk pelajaran ke tiga ,bel pun berbunyi waktunya pulang sehabis pulang sekolah aku ke tempat tinggal reza untuk membantui aku mengangkat potongan besi di belakang rumah ku,sesampai di tempat rahasia aku dan reza untuk peleburan potongan besi tadi,setelah proses peleburan masuk ke tahap cetak aku dan reza harus teliti untuk mencetak baju robot tadi,setelah proses pecetakkan masuk proses perakitan,di proses perakitan inilah aku dan reza betul-betul teliti untuk perakitan nya supaya pas dengan ukuran nya,setelah itu akhir nya jadi juga busana robot ku,aku pun mencoba ternyata pas dengan di badan ku dan selesai robot ku aku berterimakasih kepada reza telah membantu ku,kemudian reza pulang ke rumah,aku pun masih membuat teknologi canggih untuk di pasang di robot nya setelah membuat teknologi canggih aku pun memasang alat teknologi di robot ku,setelah itu aku coba memakai robot ku ternyata bisa terbang seperti burung selain itu bisa menembak dan melihat jarak jauh,aku pun keasikkan dengan robot ku sehingga lupa pulang kerumah ku dan aku pulang ke rumah ternyata di depan pintu ada ibu ku ,aku  pun di marahi oleh ibu ku tapi aku tidak sedih tapi gembira karena robot ku sudah jadi,aku pun tak sabar lagi untuk aku bawa ke sekolahan tuk aku perkenalkan kepada teman-teman ku hasil ciptaan ku,ke esokkan hari  aku pun kesekolah dengan robot ku,setelah sampai di sekolahan aku dengan robot ku mendarat di halaman sekolahan ku dan orang-orang banyak melihat dan teman-teman ku menghampiri aku ,aku pun senang dan bapa ibu guru ku pun memberi selamat atas kebehasilan membuat robot ,namun aku ada merasakan pirasat buruk dengan diri ku ini ,di tengah keramaian di halaman sekolah aku melihat retakkan-retakkan di halaman sekolahanku,semenit setelah itu muncul lah sosok misterius dengan muka sangat menakutkan dia adalah monster ,orang –orang dan teman-teman ku pun lari keluar sekolahan,aku pun terpaksa menghadapi monster itu dengan robot ku,aku pun berhadapan langsung dengan monster itu namun monster itu menyerang duluan,aku pun menangkis nya kemudian aku pula menyerang,aku berhasil mengenai wajah si monster ,kemudian monster itu berubah menjadi kuat,aku pun di serang oleh monster itu dengan ber tubi-tubi ,aku dan robot ku kehabisan tenaga dan robotku mengalami gangguan yang serius tapi aku tak putus asa untuk melawan monster kuat itu,aku pun bangkit dengan robot ku,dengan yakin menang,aku pun menyerang monster itu dengan penuh tenaga dan monster itu menyerang juga dan terjadilah pukulan sama pukulan yang sangat kuat,tapi aku lihat monster itu terlihat tidak bergerak lagi dan monster itu meledak,aku pun terpikir yang aku pukul tadi daerah kelamin nya disitulah titik lemah nya,aku pun berhasil mengalahkan nya,kemudian aku terbaring lemah dan robot ku hancur,teman-teman ku pun menghampiri ku untuk melihat kondisi ku yang lemah,salah satu temanku memanggil mobil ambulan untuk membawa aku ke rumah sakit,sesudah sampai dirumah sakit aku di bawa ke ruang UGD untuk periksa yang mana luka serius,aku pun mengalami patah tulang di lengan kanan bekas pukulan keras melawan monster itu,aku pun keluar dari ruangan UGD dengan lengan ku berbalut,aku pun ke ruang istirahatan untuk memulihkan tenaga ku,aku pun tertidur ,ke esokkan hari nya aku pun mulai membaik tapi lengan ku masih berbalut,aku pun keluar dari rumah sakit dan aku pulang ke rumah,setelah di depan rumah aku pun masuk ke rumah tapi ku lihat tampak nya tidak ada orang pun di dalam rumah aku pun duduk dengan sedih dengan memikirkan robotku yang telah hancur ,tiba –tiba ibu ku ,ayah ku dan teman-teman ku mengageti aku,aku pun bingung , kata ibuku...kamu telah menyelamatkan sekolahan MA.DARUL ULUM ,jika tidak ada kamu sekolahan akan di hancurkan oleh monster ,kata ayah ku...kamu adalah pahlawan nak dan kata teman-teman ku...iya kamu pahlawan sekolahan bagi kami,aku pun menjawab...iya terima kasih semua nya ,bagi temaan-teman yang telah menyelamatkan aku,aku pun berterimakasih kepada semua teman-teman ku,aku pun menangis bahagia di depan ibu ku,ayah ku dan teman-teman ku.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. VANb.indo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger