Diberdayakan oleh Blogger.
Satu Nusa, Satu Bangsa & Satu Bahasa " BAHASA INDONESIA "

Total Tayangan Halaman

Pengunjung yang baik Selalu Meninggalkan Klik di Like Box"

KELAS XII 3.5 TEKS EDITORIAL

Selasa, 06 Oktober 2020


1. Kompetensi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi

 

Kompetensi Dasar

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.5 Mengidentifikasi informasi (pendapat, alternatif solusi dan simpulan terhadap suatu isu) dalam teks editorial sejarah.

3.5.1   Mengidentifikasi isi teks editorial

3.5.2   Mengidentifikasi pendapat dalam sebuah teks editorial

3.5.3   Mengidentifikasi ragam informasi dalam teks editorial

3.5.4    Menyimpulkan informasi dalam teks editorial

4.4          Menyeleksi ragam informasi sebagai bahan teks editorial baik secara lisan maupun tulis.

4.5.1   Menemukan pendapat, alternatif solusi, dan simpulan, informasiinformasi penting, dan ragam Informasi sebagai bahan teks editori

4.5.2 Mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi Informasi berupa pendapat, alternatif solusi, dan simpulan, informasi-informasi penting, dan ragam Informasi sebagai bahan teks editorial.

 

2.    Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif (4C) baik dalam mengidentifikasi isi, pendapat, ragam informasi, menyimpulkan informasi dalam teks editorial, dan mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi informasi berupa pendapat, alternatif solusi, dan simpulan, informasi-informasi penting, dan ragam informasi sebagai bahan teks editorial.serta memiliki sikap religius, nasionalis, integritas, dan mandiri. (PPK)

 

3.    Peta Konsep

 

 


 Assalamulaikum anak-anak! Bagaimana kabar kalian hari ini ? semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat. Bapak harap dimasa pandemi covid 19 ini kalian senantiasa menjaga 5 M yakni Mencuci tangan,memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas supaya kalian tidak terjangkit virus corona.


Coba perhatikan di lingkungan sekitar kamu, atau mungkin ayah kamu deh. Apakah masih suka membaca koran di pagi hari sambil menikmati secangkir kopi hangat dengan pisang goreng? Membaca koran di pagi hari rasanya sudah tidak begitu lazim dilakukan ya teman-teman.  Rata-rata sudah menggunakan koran digital (web portal berita) gitu deh. Tapi, bicara soal koran, tahukah kamu bahwa di dalam koran/portal berita itu, kadang ada bagian editorialnya lho


KELAS XII 3.4 TEKS CERITA NOVEL SEJARAH




 1. Kompetensi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.4 Menganalisis kebahasaan cerita atau novel sejarah

3.4.1    Menganalisi kebahasaan teks ceritatau novel sejarah

3.4.2    Menganalisi unsur cerita teks novel sejarah

3.4.3    menyusun kerangka karangan cerita novel sejarah

4.4          Menulis cerita sejarah

       pribadi dengan memerhatikan kebahasaan

4.4.1   Menyusun cerita sejarah pribadidengan memerhatikan kebahasaan

4.4.2   Mempresentasikan teks cerita sejarah pribadi yang ditulis

 

 2. Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif (4C) baik dalam menentukan unsur-unsur cerita, menganalisis unsur kebahasaan teks cerita/novel sejarah dan menyusun cerita sejarah pribadidengan memerhatikan kebahasaan serta memiliki sikap religius, nasionalis, integritas, dan mandiri. (PPK)

  3. Deskripsi Pembelajaran

            Assalamulaikum anak-anak! Bagaimana kabar kalian hari ini ? semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat. Bapak harap dimasa pandemi covid 19 ini kalian senantiasa menjaga 5 M yakni Mencuci tangan,Memakai masker, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobilitas supaya kalian tidak terjangkit virus corona.

Anak-anak bapak yang yang berakhalak mulia pada materi ajar ini kalian diharap bisa belajar dengan penuh semangat dan penuh cinta dengan tanah air indonesia.

Belajar sejarah sering kali memang diremehkan oleh sebagian orang karena tidak dianggap penting, membosankan tapi tahukan bahwa sebenarnya belajar sejarah itu sangan menyenangkan, kata orang akademisi belakar sejarah itu adalah rekreasinya orang akademisi di masa lampau.

Nah pada pembelajaran kali ini, materi ajar ini kalian akan belajar tentang teks cerita/novel sejarah yaitu unsur-unsur cerita,struktur dan kaidah kebahasaan teks cerita novel sejarah.

    Ayo mari kita pelajari dengan penuh semangat dan hati yang bahagia !


Cerita sejarah tergolong kedalam genre teks naratif seperti halnya novel pada umumnya. Didalamnya terdapat unsur penokohan, alur, atau rangkaian peristiwa serta latar. Hanya saja yang satu bersifat informatif (faktual) dan yang satunya lagi berupa fiksi. Cerita sejarah yang bersifat fiksi banyak dibumbui oleh cerita imajinatif penulis, namun ide dasar cerita tetap fokus pada cerita faktualnya. Cerita Sejarah yang bersifat faktual disebut teks sejarah, sedangkan cerita sejarah yang bersifat imajinatif disebut teks cerita sejarah atau novel sejarah. Teks Sejarah dapat pula dikategorikan sebagai rekon atau cerita ulang. Berdasarkan jenisnya, cerita ulang terdiri atas tiga jenis, yakni rekon pribadi (pengalaman pribadi), rekon faktual (cerita faktual/informasional) dan rekon imajinatif (cerita imajinatif).

Rekon pribadi adalah cerita yang memuat suatu kejadian danpenulisnya terlibat secara langsung dalam cerita tersebut. Rekon faktual adalah cerita yang memuat kejadian faktual seperti eksperimen ilmiah, laporan polisi, dan lain-lain. Sedangkan Rekon imajinatif adalah cerita yang memuat kisah faktual yang dikhayalkan dan diceritakan secara lebih rinci. Teks Cerita (novel) sejarah tergolong ke dalam rekon imajinatif. Teks sejarah merupakan teks yang didalamnya menjelaskan tentang peristiwa atau kejadian masa lampau yang bersifat faktual, disajikan secara kronologis dan memiliki nilai kesejarahan (Engkos Kosasih, 2019 : 21). Sedangkan teks cerita atau novel sejarah merupakan cerita atau novel yang didalamnya menjelaskan dan menceritakan tentang fakta kejadian masa lalu yang menjadi asal-muasal 



Novel sejarah membantu memperkenalkan dan mengakrabkan suatu masyarakat pada masa lalu bangsanya. Dengan demikian, pendidikan dalam novel dapat menanamkan akar pada bangsanya.

Seorang sastrawan yang sering kali menggunakan fakta-fakta sejarah sebagai latar untuk mengisahkan tokoh-tokoh fiksinya bermaksud untuk mengisahkan kembali seorang tokoh sejarah dalam berbagai dimensi jkehidupannya, seperti emosi pribadi tokoh, tragedi yang menimpanya, kehidupan keluarga dan masyarakat, serta pandangan politiknya. Misalnya, novel Roro Mendut versi Mangunwijaya dan versi Ajip Rosidi; Bumi Manusia, Jejak Langkah, Anak Segala Bangsa, dan Rumah Kaca karya Pramoedya Ananta Toer; Kuantar ke Gerbang karya Ramadhan K.H. yang mengisahkan kehidupan Soekarno ketika menjalin rumah tangga dengan Inggit Garnasih; Novel Pangeran Diponegoro; Menggagas Ratu Adil karya Remy Silado. Contoh lain novel The da Vinci Code karya Dan Brown.

A.              Pengertian Teks Cerita Novel Sejarah

Cerita sejarah adalah cerita yang didalamnya menjelaskan dan menceritakan tentang fakta kejadian masa lalu yang menjadi asal muasal atau latar belakang terjadinya sesuatu yang memiliki nilai kesejarahan, bisa ersifat naratif atau deskriptif. Cerita sejarah termasuk dalam teks naratif jika disajikan dengan menggunakan urutan peristiwa dan urutan waktu. Namun, jika cerita sejarah disajikan secara simbolisasi verbal, maka cerita sejarah tergolong ke dalam teks deskriptif.

 

B.       Informasi dalam Teks Cerita Novel Sejarah

Informasi penting dalam novel sejarah lebih mengarah kepada fakta sejarah yang dijadikan latar penceritaan serta imajinasi penulis atas fakta tersebut. Fakta sejarah yang menjadi informasi dalam novel sejarah misalnya latar waktu dan latar tempat. Selain itu peristiwa sejarah dan tokoh-tokoh yang terlibat juga termasuk dalam informasi yang didasarkan pada fakta sejarah. Sementara imajinasi pengarang ini secara leluasa banyak mengungkap perasaan dan pikiran tokoh.

 

C.      Struktur Teks Cerita Novel Sejarah

Novel sejarah, seperti juga novel-novel lainnya, termasuk dalam genre teks cerita ulang. Novel sejarah juga mempunyai unsur struktur teks yang sama dengan struktur novel lainnya yaitu orientasi, pengungkapan peristiwa, rising action, komplikasi, evaluasi/resolusi, dan koda.

1.          Pengenalan situasi cerita (exposition, orientasi)

Dalam bagian ini, pengarang memperkenalkan setting cerita baik waktu, tempat, maupun peristiwa. Selain itu, orientasi juga dapat disajikan dengan mengenalkan para tokoh, menata adegan, dan hubungan antartokoh.

2.             Pengungkapan peristiwa

          Dalam bagian ini disajikan peristiwa awal yang menimbulkan berbagai masalah, pertentangan, ataupun kesukaran-kesukaran bagi para tokohnya.

3.             Menuju konflik (rising action)

         Terjadi peningkatan perhatian kegembiraan, kehebohan, ataupun keterlibatan berbagai situasi yang menyebabkan bertambahnya kesukaran tokoh.

4.             Puncak konflik (turning point, komplikasi)

         Bagian ini disebut pula sebagai klimaks. Inilah bagian cerita yang paling besar dan mendebarkan. Pada bagian ini pula, ditentukannya perubahan nasib beberapa tokohnya. Misalnya, apakah dia kemudian berhasil menyelesaikan masalahnya atau gagal.

5.             Penyelesaian (evaluasi, resolusi)

          Sebagai akhir cerita, pada bagian ini berisi penjelasan ataupun penilaian tentang sikap ataupun nasib-nasib yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa puncak itu. Pada bagian ini pun sering pula dinyatakan wujud akhir dari kondisi ataupun nasib akhir yang dialami tokoh utama.

6.             Koda

          Bagian ini berupa komentar terhadap keseluruhan isi cerita, yang fungsinya sebagai penutup. Komentar yang dimaksud bisa disampaikan langsung oleh pengarang atau dengan mewakilkannya pada seorang tokoh. Hanya saja tidak setiap novel memiliki koda, bahkan novel-novel modern lebih banyak menyerahkan simpulan akhir ceritanya kepada pembaca. Mereka dibiarkan menebak-nebak sendiri penyelesaian ceritanya.

D.     Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Bahasa novel sejarah sama seperti bahasa yang digunakan pada novel pada umumnya, yaitu konotatif dan emotif. Meskipun konotatif dan emotif, bahasa novel sejarah tetap mengacu kepada bahasa yang digunakan masyakarat (konvensional) agar tetap dipahami oleh pembacanya.

 Penggunaan bahasa konotatif dan emotif diwujudkan pengarang dengan merekayasa bahasa dengan menggunakan beragam gaya bahasa, pencitraan dan beragam pengucapan (style).

Beberapa kaidah kebahasaan yang berlaku pada novel sejarah dipaparkan sebagai berikut.

1.         Menggunakan banyak kalimat bermakna lampau Contoh: Prajurit-prajurit yang telah diperintahkan membersihkan gedung bekas asrama telah menyelesaikan t ugasnya.

2.         Menggunakan banyak kata yan menyatakan urutan waktu (konjungsi kronologis, temporal)

       Contoh: Sejak saat itu, setelah itu, mula-mula, kemudian, setelah

3.         Menggunakan banyak kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan (kata kerja material)

Contoh: Berdiri, menangis, menatap, menggenggam

4.         Menggunakan banyak kata kerja yang menunjukkan kalimat tak langsung sebagai cara menceritakan tuturan seoarng tokoh oleh pengarang

       Contoh: Mengatakan bahwa, menceritakan tentang, menurut, mengungkapkan, menanyakan, menyatakan, dan menuturkan

5.         Menggunakan banyak kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh (kata kerja mental)

Contoh: merasakan, mengiginkan, mengharapkan, mendambakan, menganggap

6.         Menggunakan banyak dialog. Hal ini ditunjukkan oleh tanda petik ganda (“...”) dan kata kerja yang menunjukkan tuturan langsung

       Contoh: “Mana surat itu?”

                     “Surat apa, Nyi Gede, lontar ataukah kertas?”

7.         Menggunakan kata-kata sifat (descriptive language) untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana

       Contoh:

       Gajah Mada mempersiapkan diri sebelum berbicara dan menebar pandangan mata menyapu wajah semua pimpinan prajurit, pimpinan dari satuan masing-masing.

       Dari apa yang terjadi itu terlihat betapa besar wibawa Gajah mada, bahkan beberapa prajurit harus mengakui wibawa yang dimiliki Gajah Mada jauh lebih besar dari wibawa Jayanegara. Sri Jayanegara masih bisa diajak bercanda, tetapi tidak dengan Patih Gajah Mada, sang pemilik wajah yang amat beku itu


Contoh Teks Novel Sejarah

Gambar : Novel Mangir
(Sumber : https://www.google.com/url?)

    Di bawah bulan malam ini, tiada setitik pun awan di langit. Dan bulan telah terbit bersamaan dengan tenggelamnya matari. Dengan cepat ia naik dari kaki langit, mengunjungi segala dan semua yang tersentuh cahayanya.Juga hutan,juga laut,juga hewan dan manusia.Langit jernih,bersih,dan terang.Diatas bumi Jawa lain lagi keadaannya gelisah, resah, seakan-akan manusia tak membutuhkan ketenteraman lagi.
    Bahkan juga laut Jawa di bawah bulan purnama sidhi itugelisah. Ombak-ombak besar bergulung-gulung memanjang terputus, menggunung, melandai, mengejajari pesisir pulau Jawa. Setiap puncak ombak dan riak, bahkan juga busanya yang bertebaran seperti serakan mutiara-semua-dikuningi oleh cahaya bulan. Angin meniup tenang. Ombak-ombak makin menggila.
Sebuah kapal peronda pantai meluncur dengan kecepatan tinggi dalam cuaca angin damai itu. Badannya yang panjang langsing, dengan haluan dan buritan meruncing, timbul- tenggelam di antara ombak-ombak purnama yang menggila. Layar kemudi di haluan menggelembung membikinlunas menerjang serong gunung-gunung air itu-serong ke barat laut. Barisan dayung pada dinding kapal berkayuh berirama seperti kaki-kaki pada ular naga. Layarnya yang terbuat dari pilinan kapas dan benang sutra, mengilat seperti emas, kuning dan menyilaukan.
Sang Patih berhenti di tengah-tengah pendopo, dekat pada damarsewu menegur, "Dingin-dingin begini anakanda datang, Pasti ada sesuatu keluarbiasaan. Mendekat sini, anakanda. Dan Patragading berialan mendekat dengan lututnya sambil mengangkat sembah, merebahkan diri pada kaki SangPatih. "Ampuni patik, membangunkan Paduka pada malam buta begini Kabarduka, Paduka. Balatentara Demak di bawah Adipati Kudus memasuki jepara tanpa diduga-duga, menyalahi aturan perang.

"Allah Dewa Batara!" sahut Sang Patih. "Itu bukan aturan raja raja! Itu aturan brandal!"
"Balatentara Tuban tak sempat dikerahkan, Paduka "Bagaimana Bupati Jepara?
"Tewas enggan menyerah Paduka, Patragading mengangkat sembah."Sisa balatentara Tuban mundur ke timur kota. Jepara penuh dengan balatentara Demak. Lebih dari tiga ribu orang. "Pada suatu kali, kaki kuda Demak akan mengepulkan debu di seluruh bumi Jawa. Bila debunya jatuh kembali ke bumi, ingat- ingat para kawula, akan kalian lihat, takkan ada satu tapak kaki orang Peranggipun tampak. Juga tapak- tapaknya di Blambangan dan Pajajaran akan musnah lenyap tertutup oleh debu kuda kalian." Seluruh Tuban kembali dalam ketenangan dan kedamaian-kota dan pedalaman. Sang Patih Tuban mendiang telah digantikan oleh Kala Cuwil, pemimpin pasukan gajah. Nama barunya: Wirabumi. Panggilannya yang lengkap: Gusti Patih Tuban Kala Cuwil Sang Wirabumi. Dan sebagai patih ia masih tetap memimpin pasukan gajah, maka Kala Cuwil tak juga terhapus dalam sebutan. Pasar kota dan pasar bandar ramai kembali seperti sediakala. Lalu lintas laut, kecuali dengan Atas Angin, pulih kembali. Sang Adipati telah menjatuhkan titah: kapal-kapal Tuban mendapat perkenan untuk berlabuh dan berdagang di Malaka ataupunPasai.

Sumber: Buku Paket Bahasa Indonesia Wajib Kelas XII, Edisi Kurikulum 2013


    

KELAS XII 3.3 TEKS CERITA SEJARAH

Apa saja struktur teks cerita sejarah yang terkandung dalam cerita tersebut?
URAIAN MATERI 

Definisi Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah teks yang menjelaskan dan menceritakan tentang fakta dan kejadian masa lalu yang menjadi latar belakang terjadinya sesuatu yang mempunyai nilai sejarah.

Ciri-ciri Teks Sejarah

1.Disajikan secara kronologis Bentuk teks cerita ulang (recount)
2. Struktur teksnya: orientasi, urutan peristiwa dan reorientasi
3. Sering menggunakan konjungsi temporal 
4. Isi berupa fakta

Jenis Teks Cerita Sejarah

Sejarah Fiksi
Terdapat 4 macam sejarah fiksi:
1. Novel : Karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif, umumnya dalam bentukcerita
2. Cerpen : Cerita pendek berupa prosa naratiffiktif.
3. Legenda : Cerita/ prosa rakyat yang dianggap oleh sebagian orang merupakan sesuatu yang benar-benar terjadi.
4. Roman : Jenis karya sastra berbentuk prosa yang melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan jiwa masing-masing.

Sejarah NonFiksi
Terdapat 4 macam sejarah non fiksi:
Biografi : Keterangan kehidupan seseorang yang ditulis oleh oranglain.
1. Autobiografi : Kisah atau keterangan hidup yang  ditulis oleh orang itusendiri.
2. Cerita Perjalanan : Teksyang menceritakan tentang perjalanan.
3. Catatan Sejarah : Teksyang menceritakan fakta atau  kejadian masa lalu yang menjadi latar belakang sesuatu mempunyai nilai sejarah

Perbedaan fiksi dan nonfiksi
Sejarah Fiksi:
1. Jalan cerita disusun berdasarkan dunianyata.
2. Gambaran kehidupan batin seorang tokoh lebihdalam.
3. Pengembangan karakter tokoh tidak sepenuhnyaterungkap.
4. Menyajikan kehidupan sesuai pandanganpengarang.

Sejarah Non-Fiksi:
1. Tersusun oleh fakta yangobjektif.
2. Gambaran kehidupan tokoh ditulis lebih lengkap berdasarkan fakta.
3. Menyajikan kehidupan sesuai data danfakta.
Contoh: Cerita Sejarah Fiksi dan Non Fiksi

Cerita Sejarah Fiksi
Legenda
Legenda Roro Jongrang
Alkisah pada zaman dahulu kala, berdiri sebuah kerajaan yang sangat besar yang bernama Prambanan. Rakyat Prambanan sangat damai dan makmur di bawah kepemimpinan raja yang bernama Prabu Baka. Kerajaan-kerajaan kecil di wilayah sekitar Prambanan juga sangat tunduk dan menghormati kepemimpinan Prabu Baka. sementara itu Kerajaan Pengging mempunyai seorang ksatria sakti yang bernama Bondowoso. Dia mempunyai senjata sakti yang bernama Bandung, sehingga Bondowoso terkenal dengan sebutan Bandung Bondowoso. Selain mempunyai senjata yang sakti, Bandung Bondowoso juga mempunyai bala tentara berupa Jin. Bala tentara tersebutlah yang digunakan Bandung Bondowoso untuk membantunya menyerang kerajaan lain dan memenuhi segala keinginannya.
Hingga Suatu ketika, Raja Pengging itu kemudian memerintah Bandung Bondowoso untuk menyerang Kerajaan Prambanan. Keesokan harinya Bandung Bondowosomemanggil balatentaranya yang berupa Jin untuk berkumpul, dan langsung berangkat ke Kerajaan Prambanan
Setibanya di Prambanan, mereka langsung menyerbu masuk ke dalam istana Prambanan. Prabu Baka dan pasukannya kalang kabut, karena mereka kurang persiapan. Akhirnya Bandung Bondowoso berhasil menduduki Kerajaan Prambanan, dan Prabu Baka tewas karena terkena senjata Bandung Bondowoso. Pada saat Bandung Bondowoso tinggal di Istana Kerajaan Prambanan, dia melihat seorang wanita yang sangat cantik jelita. Wanita tersebut adalah Roro Jonggrang, putri dari Prabu Baka. Saat melihat Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso mulai jatuhhati..
Dengan tanpa berpikir panjang lagi, Bandung Bondowoso langsung memanggil dan melamar Roro Jonggrang. Mendengar pertanyaan dari Bandung Bondowoso tersebut, Roro Jonggrang hanya terdiam dan kelihatan bingung. Sebenarnya dia sangat membenci Bandung Bondowoso, karena telah membunuh ayahnya yang sangat dicintainya. Tetapi di sisi lain, Roro Jonggrang merasa takut menolak lamaran Bandung Bondowoso.
Akhirnya setelah berfikir sejenak, Roro Jonggrang pun menemukan satu cara supaya Bandung Bondowoso tidak jadi menikahinya. “Baiklah, aku menerima lamaranmu. Tetapisetelah kamu memenuhi satu syarat dariku”, jawab Roro Jonggrang. “Apakah syaratmu itu Roro Jonggrang?”, Tanya Bandung Bondowoso. “Buatkan aku seribu candi dan dua buah sumur dalam waktu satu malam”, Jawab Roro Jonggrang. Mendengar syarat yang diajukan Roro Jonggrang tersebut, Bandung Bondowoso pun langsung menyetujuinya. Diamerasa

bahwa itu adalah syarat yang sangat mudah baginya, karena Bandung Bondowoso mempunyai balatentara Jin yang sangat banyak.
Pada malam harinya, Bandung Bondowoso mulai mengumpulkan balatentaranya. Dalam waktu sekejap, balatentara yang berupa Jin tersebut datang. Setelah mendengar perintah dari Bandung Bondowoso, balatentara itu langsung membangun candi dan sumur dengan sangat cepat. Roro Jonggrang yang menyaksikan pembangunan candi mulai gelisah dan ketakutan, karena dalam dua per tiga malam, tinggal tiga buah candi dan sebuah sumur saja yang belum mereka selesaikan. Roro Jonggrang kemudian berpikir keras, mencari cara supaya Bandung Bondowoso tidak dapat memenuhi persyaratannya. Setelah berpikir keras, Roro Jonggrang akhirnya menemukan jalan keluar. Dia akan membuat suasana menjadi seperti pagi, sehingga para Jin tersebut menghentikan pembuatan candi. Roro Jonggrang segera memanggil semua dayang-dayang yang ada di istana. Dayang-dayang tersebut diberi tugas Roro Jonggrang untuk membakar jerami, membunyikan lesung, serta menaburkan bunga yang berbau semerbakmewangi.
Mendengar perintah dari Roro Jonggrang, dayang-dayang segera membakar jerami. Tak lama kemudian langit tampak kemerah merahan, dan lesung pun mulai dibunyikan. Bau harum bunga yang disebar mulai tercium, dan ayam pun mulai berkokok. Melihat langit memerah, bunyi lesung, dan bau harumnya bunga tersebut, maka balatentara Bandung Bondowoso mulai pergi meninggalkan pekerjaannya. Mereka pikir hari sudah mulai pagi, dan mereka pun harus pergi.Melihat

Balatentaranya pergi, Bandung Bondowoso berteriak: “Hai balatentaraku, hari belum pagi. Kembalilah untuk menyelesaikan pembangunan candi ini !!!” Para Jin tersebut tetap pergi, dan tidak menghiraukan teriakan Bandung Bondowoso
Bandung Bondowoso pun merasa sangat kesal, dan akhirnya menyelesaikan pembangunan candi yang tersisa. Namun sungguh sial, belum selesai pembangunan candi tersebut, pagi sudah datang. Bandung Bondowoso pun gagal memenuhi syarat dari Roro Jonggrang. Mengetahui kegagalan Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang lalu menghampiri Bandung Bondowoso. “Kamu gagal memenuhi syarat dariku, Bandung Bondowoso”, kata Roro Jonggrang. Mendengar kata Roro Jonggrang tersebut, Bandung Bondowoso sangat marah. Dengan nada sangat keras, Bandung Bondowoso berkata: “Kau curang Roro Jonggrang. Sebenarnya engkaulah yangmenggagalkan pembangunan seribu candi ini. Oleh karena itu, Engkau aku kutuk menjadi arca yang ada di dalam candi yang keseribu!”

Novel
Kapal Van der Wijck
Salah satu karya fenomenalnya adalah novel berjudul Tenggelamnya Kapal Van der Wijck yang menggunakan latar masyarakat Sumatera di masa kolonial Belanda. Meski cenderung memaparkan kisah cinta segitiga antara Zainuddin, Hayati, dan Aziz, novel ini menggambarkan tergerusnya nilai- nilai dan tradisi oleh modernitas Eropa.

Zainuddin sebagai pemuda Bugis perantauan di tanah Minang tidak dapat menikahi seorang gadis Minang yang dicintainya. Hayati yang semula berjanji akan selalu Bersama dengan Zainuddin terpaksa harus meninggalkannya dan menikah dengan Aziz karena perjodohan. Meski pada akhirnya, Aziz menyerahkan Hayati kembali pada Zainuddin, kisah cintakeduanya berakhir.
Hayati dan sejumlah besar warga Hindia-Belanda meninggal dalam tragedi tenggelamnya kapal buatan Belanda ini. Kapal ini pada nyatanya benar-benar ada dan berakhir tragis karena tenggelam di daerah Lamongan, Jawa Timur, di tahun 1936.

b. Cerita Sejarah non Fiksi
n, 18 Juli 1918

dengan nama kecil Rolihlahla Mandela. Sebagai presiden Afrika Selatan berkulit hitam pertama, ia telah melakukan berbagai macam perjuangan. Dia melakukan demi memperjuangkan kesetaraan hak antara kulit hitam dan kulit putih. Beliau juga merupakan orang yang sederhana walaupun sebenarnya ia bergelimpangan harta. Beliau juga sering mengkritik kebijakan kebijakan bangsa barat.
Presiden Afrika Selatan berkulit hitam pertama waktu itu. Mandela juga menjadi kepala Pemerintah Persatuan Nasional yang didominasi ANC, yang justru tidak punya pengalaman dipemerintahan. De Klerk menjadi wakil presiden pertama, sedangkan Thabo Mbeki sebagai wakil pada masa jabatan kedua. Pada usia 76 tahun, ia menghadapi berbagai penyakit namun ia masih memiliki cukup tenaga. Meski orang orang di sekitarnya hidup berkecukupan, Mandela hidup sederhana dan menyumbangkan 1/3 gajinya ke yayasan yang ia buat. Di bawah pemerintahan Mandela, anggaran kesejahteraan naik 13% tahun 1996/1997, 13% tahun 1997/1998 dan 7% tahun 1998/1999. Pemerintah memperkenalkan kesetaraan bantuan untukmasyarakat.
Pensiun pada bulan Juni 1999, Mandela lebih memilih hidup sederhana dan beliau menulis sekuel autobiografinya yangberjudul The Presidential Years. Tetapi langsung ditinggalkan dan tidak diterbitkan. Selanjutnya beliau beralih ke kehidupan publik yang sibuk dengan program harian penuh tugas bertemu dengan pemimpin-pemimpin dunia. Nelson Mandela Foundation didirikan 1999 untuk memberantas HIV/AIDS, membangun desa, dan pembangunan sekolah. Dimulai tahun 1999 secara terbuka Mandela semakin mengkritik negara negara barat dan ia sangat menentang “Intervensi NATO” di Kosovo. Tahun 2000 turnamen golf amal “Nelson Madela Invitational” diadakan dan dibawakan oleh Gary Player. Nelson Mandela juga menyampaikan pidato penutup di “XII International AIDS Conference” di Durban pada tahun 2000.
Pada bulan Juli 2001 Nelson Mandela berhasil sembuh dari kanker prostat yang telah dideritanya. Pada tahun 2002, Mandela meresmikan “Nelson Mandela Annfal Lecture” dan pada tahun 2003 “Mandela Rhodes Foundation” di Rhodes House, University of Oxford. Proyek proyek ini diikuti oleh Nelson Mandela Centre of Memory dan kampanye melawan HIV/AIDS. Kemudian di tahun 2003 ia menentang rencana Amerika Serikat dan Britania Raya melancarkan perang di Irak. Lalu pada tahun 2004 ia berbicara di “XV International AIDS Conference” di Bangkok, Thailand.
Nelson Mandela merupakan salah satu contoh seorang pahlawan yang menolak diskriminasi. Ia merupakan pahlawan dari Afrika Selatan yang menentang dominasi kulit putih. Karena beliaulah saat ini kita dapat menikmati hidup tanpa membeda- bedakan warna kulit. Maka dari itu beliau pantas disebut sebagai bapak perdamaiandunia.

Orientasi
Nelson Mandela lahir di Mvezo, Afrika Selatan, 18 Juli 1918 dengan nama kecil Rolihlahla Mandela. Sebagai presiden Afrika Selatan berkulit hitam pertama, ia telah melakukan berbagai macam perjuangan. Dia melakukan demi memperjuangkan kesetaraan hak antara kulit hitam dan kulit putih. Beliau juga merupakan orang yang sederhana walaupun sebenarnya ia bergelimpangan harta. Beliau juga sering mengkritik kebijakan kebijakan bangsa barat.
Peristiwa tahap 1

Presiden Afrika Selatan berkulit hitam pertama waktu itu. Mandela juga menjadi kepala Pemerintah Persatuan Nasional yang didominasi ANC, yang justru tidak punya pengalaman dipemerintahan. De Klerk menjadi wakil presiden pertama, sedangkan Thabo Mbeki sebagai wakil pada masa jabatan kedua. Pada usia 76 tahun, ia menghadapi berbagai penyakit namun ia masih memiliki cukup tenaga. Meski orang orang di sekitarnya hidup berkecukupan, Mandela hidup sederhana dan menyumbangkan 1/3 gajinya ke yayasan yang ia buat. Di bawah pemerintahan Mandela, anggaran kesejahteraan naik 13% tahun 1996/1997, 13% tahun 1997/1998 dan 7% tahun 1998/1999. Pemerintah memperkenalkan kesetaraan bantuan untukmasyarakat.
Peristiwa tahap2
Pensiun pada bulan Juni 1999, Mandela lebih memilih hidup sederhana dan beliau menulis sekuel autobiografinya yangberjudul The Presidential Years. Tetapi langsung ditinggalkan dan tidak diterbitkan. Selanjutnya beliau beralih ke kehidupan publik yang sibuk dengan program harian penuh tugas bertemu dengan pemimpin-pemimpin dunia. Nelson Mandela Foundation didirikan 1999 untuk memberantas HIV/AIDS, membangun desa, dan pembangunan sekolah. Dimulai tahun 1999 secara terbuka Mandela semakin mengkritik negara negara barat dan ia sangat menentang “Intervensi NATO” di Kosovo. Tahun 2000 turnamen golf amal “Nelson Madela Invitational” diadakan dan dibawakan oleh Gary Player. Nelson Mandela juga menyampaikan pidato penutup di “XII International AIDS Conference” di Durban pada tahun2000.
Peristiwa tahap 3

Pada bulan Juli 2001 Nelson Mandela berhasil sembuh dari kanker prostat yang telah dideritanya. Pada tahun 2002, Mandela meresmikan “Nelson Mandela Annfal Lecture” dan pada tahun 2003 “Mandela Rhodes Foundation” di Rhodes House, University of Oxford. Proyek proyek ini diikuti oleh Nelson Mandela Centre of Memory dan kampanye melawan HIV/AIDS. Kemudian di tahun 2003 ia menentang rencana Amerika Serikat dan Britania Raya melancarkan perang di Irak. Lalu pada tahun 2004 ia berbicara di “XV International AIDS Conference” di Bangkok, Thailand.
Reorientasion
Nelson Mandela merupakan salah satu contoh seorang pahlawan yang menolak diskriminasi. Ia merupakan pahlawan dari Afrika Selatan yang menentang dominasi kulit putih. Karena beliaulah saat ini kita dapat menikmati hidup tanpa membeda- bedakan warna kulit. Maka dari itu beliau pantas disebut sebagai bapak perdamaiandunia.

RANGKUMAN
# Terdapat 4 macam sejarah fiksi: novel, cerpen, legenda danroman.

# Terdapat 4 macam sejarah non fiksi: biografi, autobiografi, cerita perjalanan dan catatansejarah

# Sejarah Fiksi memiliki ciri-ciri: jalan cerita disusun berdasarkan dunia nyata, gambaran kehidupan batin seorang tokoh lebih dalam, pengembangan karakter
tokoh tidak sepenuhnya terungkap, menyajikan kehidupan sesuai pandangan pengarang.

# Sejarah Non-Fiks memiliki ciri-ciri: tersusun oleh fakta yang objektif, gambaran kehidupan tokoh ditulis lebih lengkap berdasarkan fakta, dan menyajikan kehidupan sesuai data dan fakta.







 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. VANb.indo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger