Diberdayakan oleh Blogger.
Satu Nusa, Satu Bangsa & Satu Bahasa " BAHASA INDONESIA "

Total Tayangan Halaman

Pengunjung yang baik Selalu Meninggalkan Klik di Like Box"

Puisi Khayalan Sahabat ( M. Ramadhani )

Selasa, 06 Januari 2015


suara melodi tawa mengingatkanku akan memori kenangan tempo dulu..
grombolan jejak kaki yang pernah kita tempuh
membawa hembusan angin kedalam ragaku
sejauh mata memandang..
sejauh pikiran melayang..
tentang sebuah cinta dan khayalan yang dulu pernah kita ungkapkan
kini menjadi satu mahkota yang tak ternilaikan..

kaulah kawan
kaulah senyuman
mengobati semua penderitaan
bagai kapas putih yang sudah terbasahkan..

kaulah sahabat
kaulah kerabat
kita saling berdebat untuk sebuah aksi saling mengobati kala itu sunyi..

simpan sebuah cinta sekolah yang dulu pernah terjadi
hindarkan bersalaman dan saling berpelukan..
gapai sebuah mimpi untuk satu harapan..
berkat doa guru dan ridho yang melahirkan..
ubah khayalan menjadi kenyataan..
karna ku yakin kita mampu tuk melakukan..
yakinkan mampu tuk melakukan..


Dhani XI-IPA (2014.2015) :v

Merangkum Isi Diskusi atau Seminar

Senin, 05 Januari 2015


1. Pengertian Diskusi atau Seminar
    Diskusi merupakan salah satu bentuk kegiatan wicara. Diskusi adalah pertukaran pikiran, gagasan, pendapat antara dua orang atau lebih secara lisan dengan tujuan mencari kesepakatan atau kesepahaman gasasan atau pendapat. Sedangkan seminar adalah bentuk diskusi untuk mencari kesepakatan/kesamaan langkah atau pandangan dalam menghadapi persoalan sifatnya formal, sehingga para pemrasaran menyiapkan kertas kerja/makalah untuk disajikan.
2. Pihak-pihak yang Terkait dalam Diskusi
    Pihak-pihak yang terkait dalam diskusi adalah:
a. Moderator/ketua diskusi
    Moderator merupakan pemimpin dalam diskusi. Tugas moderator adalah membuka dan menutup diskusi, membangkitkan minat anggota untuk menyampaikan gagasan, mengengahi anggota yang berdebat, serta mengemukakan simpulan hasil diskusi.
b. Peserta diskusi
    Peserta diskusi adalah orang-orang yang mengikuti diskusi.
c. Pemakalah atau penyaji
    Pemakalah atau penyaji yaitu orang yang bertugas yang menyusun dan menyajikan makalah dalam diskusi. makalah adalah karya tulis ilmiah yang berisi pembahasan suatu masalah.
d. Notulis atau penambat
    Notulis atau penambat adalah orang yang mencatat inti pembicaraan dalam diskusi. pembicaraan yang dimaksud meliputi inti makalah, tanggapan peserta, tanggapan penyaji, dan hasil diskusi.
3. Proses Diskusi
    Proses pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut
a. Moderator membuka diskusi
b. Moderator memperkenalkan diri dan petugas diskusi
c. Moderator menjelaskan pokok pembicaraan yang akan didiskusikan
d. Moderator menyilakan penyaji menyampaikan makalahnya
e. Moderator memandu proses penyampaian pendapat dan tanya jawab
f. Notulis merangkum isi pembicaraan diskusi
g. Moderator menyampaikan hasil pembicaraan diskusi.
4. Isi Rangkuman
    Rangkuman diskusi berisi ringkasan kegiatan dalam sebuah diskusi. Rangkuman ditulis dalam bentuk notulen. Isi notulen meliputi judul diskusi, pembicara diskusi, moderator, notulis, waktu diskusi, peserta diskusi, acara, dan simpulan.
     Pokok-pokok pembicaraan yang harus dicatat sebagai berikut.
a. Orang yang melakukan pembicaraan dan mengemukakan pendapat.
b. Isi pembicaraan meliputi masalah yang dibahas, adanya pertanyaan, pernyataan, dan tanggapan.
c. Melaporkan pokok-pokok pembicaraan yang telah dicatat secara tertulis atau lisan.
    Langkah-langkah merangkum pokok-pokok pembicaraan diskusi dalam beberapa kalimat adalah sebagai berikut.
a. Mencatat pokok-pokok pembicaraan diskusi
b. Mencermati kembali pokok-pokok pembicaraan diskusi yang telah dicatat.
c. Mengubah setiap pokok-pokok pembicaraan dalam kalimat
d. Merangkai kalimat menjadi paragraf yang runtut dan padu.
    Rangkuman isi pembicaraan suatu diskusi atau seminar hendaknya berisi
a. Gagasan-gagasan pokok yang terdapat dalam makalah
b. Tangapan-tanggapan dari peserta
c. Tangagapan-tanggapan pembicara
d. Kesimpulan yang dihasilkan.

format kesimfulan diskusi download
http://downloads.ziddu.com/download/24299772/FORMAT-KESIMPULAN-HASIL-DISKUSI.docx.html
 
Sumber: Simpati. (tanpa tahun). Bahasa Indonesia Semester 2.Surakarta: Grahadi.

KUMPULAN PPT MATERI BAHASA INDONESIA

Minggu, 04 Januari 2015

Menyimpulkan Isi Informasi dari Tuturan Langsung dan Tidak Langsung




9.1 Menyimpulkan Isi Informasi dari Tuturan Langsung dan Tidak Langsung

  
Indikator:
1.       Mencatat pokok-pokok informasi yang disampaikan melalui tuturan langsung dan tidak  
langsung;
2.      Menyimpulkan isi informasi dengan runtut dan mudah dipahami orang lain.

Sumber Informasi ada 2 macam;
1.      Tuturan langsung (lisan)
      Adalah tuturan berisi informasi yang didapatkan melalui hasil pendengaran.
  • Perbincangan - menyimak - pokok-pokok informasi - kesimpulan
  • Forum diskusi - menyimak - pokok-pokok informasi - kesimpulan
2.      Tuturan tidak langsung (bacaan)
      Adalah tuturan berisi informasi yang didapatkan melalui alat ucap dan atau indra pendengaran.
  • Rekaman - mendengarkan - pokok-pokok informasi - kesimpulan
  • Membaca - memahami - pokok-pokok informasi - kesimpulan
Melalui apa saja kita menyampaikan informasi?  Informasi dapat disampaikan melalui berbagai media. Misalnya media cetak, media elektronik ataupun penutur secara langsung. Dengan kemampuan mendengarkan informasi dari tuturan langsung dan tidak langsung, kalian akan terbiasa mengambil manfaat dari informasi yang kalian dapat.
Informasi dari tuturan tidak langsung berarti informasi yang diperoleh dengan cara mendengarkan rekaman tuturan langsung, misalnya media elektronik. Untuk dapat menemukan informasi-informasi yang penting dari tuturan langsung maupun tidak langsung adalah dengan cara menentukan pokok-pokok informasi tersebut. Salah satu kunci untuk menentukan pokok-pokok informasi, kalian dapat menggunakan rumus 5W+1H.

Langkah-langkah menulis kesimpulan:
  1.  Mendengarkan dengan teliti isi informasi yang disampaikan secara langsung
  2. Menginterpretasi atau menafsirkan pokok informasi yang disampaikan
  3. Menulis kembali pokok-pokok informasi tsb dengan kalimat sendiri secara ringkas



 

KARANGAN ILMIAH

Jumat, 02 Januari 2015



Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Yang termasuk karangan ilmiah adalah makalah, skripsi, tesis, disertasi, dan laporan penelitian.
Ketentuan umum yang harus diperhatikan dalam pembuatan karangan ilmiah:
1. Kertas yang digunakan untuk mengetik karangan adalah kertas HVS berukuran kuarto (21,5 x 28 cm). Untuk kulitnya, digunakan kertas yang agak tebal.
2. Pengetikan menggunakan huruf tegak dan jelas (misalnya, Times New Roman) dengan ukuran 12.
3. Menggunakan tinta berwarna hitam.
4. Batas-batas pengetikan:
a. pias atas 4 cm;
b. pias bawah 3 cm;
c. pias kiri 4 cm; dan
d. pias kanan 3 cm.

Sistematika Karya Ilmiah

BAGIAN PEMBUKA
1 . Kulit Luar/Kover
Yang harus dicantumkan pada kulit luar dan halaman judul
a. Judul karangan ilmiah lengkap dengan anak judul (jika ada)
b. Keperluan Penyusunan
c. Nama Penyusun
d. Nama Lembaga Pendidikan
e. Nama Kota
f. Tahun Penyusunan

karangan ilmiah adalah sebagai berikut:
  1. Halaman Judul
  2. Halaman Pengesahan,
Dalam halaman ini dicantumkan nama guru pembimbing, kepala sekolah, dan tanggal, bulan, tahun persetujuan.
4 . Kata Pengantar
Kata pengantar dibuat untuk memberikan gambaran umum kepada pembaca tentang penulisan karangan ilmiah. Kata pengantar hendaknya singkat tapi jelas. Yang dicantumkan dalam kata pengantar adalah (1) puji syukur kepada Tuhan, (2) keterangan dalam rangka apa karya dibuat, (3) kesulitan/ hambatan yang dihadapi, (4) ucapan terima kasih kepada pihak
yang membantu tersusunnya karangan ilmiah, (5) harapanpenulis, (6) tempat, tanggal, tahun, dan nama penyusun karangan ilmiah.
5. Daftar Tabel
Tajuk Daftar Tabel dituliskan dengan huruf kapital semua dan terletak di tengah.
6. Daftar Grafik, Bagan, atau Skema
Pada dasarnya penulisannya hampir sama seperti penulisan Daftar Tabel.
7. Daftar Singkatan/Lambang
Penulisan sama dengan penulisan Daftar Tabel, Grafik, Bagan, atau Skema.

BAGIAN INTI KARANGAN
1. Bab Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
Bagian ini memuat alasan penulis mengambil judul itu dan manfaat praktis yang dapat diambil dari karangan ilmiah tersebut. Alasan-alasan ini dituangkan dalam paragraf-paragraf yang dimulai dari hal yang bersifat umum sampai yang bersifat khusus.
1.2 Rumusan masalah
Permasalahan yang timbul akan dibahas dalam bagian pembahasan dan ini ada kaitannya dengan latar belakang masalah yang sudah dibahas sebelumnya. Permasalahan ini dirumuskan dalam kalimat-kalimat pertanyaan.
1.3 Tujuan
Bagian ini mencantumkan garis besar tujuan pembahasan dengan jelas dan tujuan ini ada kaitannya dengan rumusan masalah dan relevansinya dengan judul. Tujuan boleh lebih dari satu.
1.4 Ruang Lingkup
Ruang lingkup ini menjelaskan pembatasan masalah yang dibahas. Pembatasan masalah hendaknya terinci dan istilah istilah yang berhubungan dirumuskan secara tepat. Rumusan ruang lingkup harus sesuai dengan tujuan pembahasan.
1.5 Landasan Teori
Landasan teori berisi prinsip-prinsip teori yang mempengaruhi dalam pembahasan. Teori ini juga berguna untuk membantu gambaran langkah kerja sehingga membantu penulis dalam membahas masalah yang sedang diteliti.
1.6 Hipotesis
Hipotesis merupakan kesimpulan/perkiraan yang dirumuskan dan untuk sementara diterima, serta masih harus dibuktikan kebenarannya dengan data-data otentik yang ada, pada bab-bab be rikutnya. Hipotesis harus dirumuskan secara jelas dan sederhana, serta cukup mencakup masalah yang dibahas.
1.7 Sumber data
Sumber data yang digunakan penulis karangan ilmiah biasanya adalah kepustakaan, tempat kejadian peristiwa (hasil observasi), interview, seminar, diskusi, dan sebagainya.
1.8 Metode dan teknik
a. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah cara mencari data bagi suatu penulisan, ada yang secara deduktif dan atau induktif. Mencari data dapat dilakukan dengan cara studi pustaka, penelitian lapangan, wawancara, seminar, diskusi, dan lain sebagainya.
b. Teknik Penelitian
Teknik penelitian yang dapat digunakan ialah teknik wawancara, angket, daftar kuesioner, dan observasi. Semua ini disesuaikan dengan masalah yang dibahas.
1.9 Sistematika Penulisan
Sistematika Penulisan adalah suatu tulisan mengenai isi pokok secara garis besar dari bab I sampai bab terakhir atau kesimpulan dari suatu karangan ilmiah. Berdasarkan landasan teori
2. Bab Analisis/Bab Pembahasan
Bab ini merupakan bagian pokok dari sebuah karangan ilmiah,yaitu masalah-masalah akan dibahas secara terperinci dan sistematis. Jika bab pembahasan cukup besar, penulisan dapat dijadikan dalam beberapa anak bab.
3. Bab Kesimpulan dan Saran
Bab ini berisi kesimpulan yang telah diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan. Kesimpulan adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis yang sudah dikemukakan.Yang dimaksudkan dengan saran adalah saran penulis tentang metode penelitian lanjutan, penerapan hasil penelitian, atau beberapa saran yang ada relevansinya dengan hambatan yang dialami selama penelitian.

BAGIAN PENUTUP
1. Daftar Pustaka
Tajuk daftar pustaka dituliskan dengan huruf kapital semua tanpa diberi tanda baca dan dituliskan di tengah-tengah. Dalam daftar pustaka dicantumkan semua kepustakaan, baik yang dijadikan acuan penyusunan karangan maupun yang dijadikan bahan bacaan, termasuk artikel, makalah, skripsi, disertasi, buku, dan lain-lain.
Semua acuan dalam daftar pustaka disusun menurut abjad nama pengarang atau lembaga yang menerbitkan. Jadi, daftar pustaka tidak diberi nomor urut. Jika tanpa nama pengarang atau lembaga, yang menjadi dasar urutan adalah judul pustaka.
2. Penulisan Lampiran (jika diperlukan)
3. Penulisan Indeks (jika diper lukan)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. VANb.indo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger